Gibson Panjaitan: Dari Pembenahan Data hingga Tekad Menyudahi Banjir Medan.

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Di tengah sorotan publik terhadap krisis banjir yang tak kunjung usai, nama Gibson Panjaitan kini berada di titik krusial. Sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, ia tak sekadar memimpin satu dinas teknis, tetapi mengemban ekspektasi besar: menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang telah membayangi warga Medan selama puluhan tahun.

Sejak awal bergabung di SDABMBK, Gibson memilih memulai dari hulu persoalan—pembenahan data dan sistem kerja. Ia menilai, selama ini penanganan banjir kerap berjalan tanpa peta masalah yang utuh. “Kalau datanya tidak rapi, kebijakan apa pun berisiko salah sasaran. Kita tidak mau lagi bekerja berdasarkan asumsi,” ujar Gibson Panjaitan. Baginya, basis data drainase dan sungai adalah fondasi, bukan pelengkap.

Pendekatan teknokratis itu menempatkan Gibson sebagai figur yang cenderung bekerja senyap, namun sistematis. Di internal SDABMBK, ia mendorong inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi sungai besar, saluran drainase, hingga titik-titik rawan banjir yang selama ini ditangani secara tambal sulam. “Banjir itu persoalan akumulatif. Kesalahan kecil yang dibiarkan bertahun-tahun akhirnya menjadi bencana,” katanya.

Arahan tegas Wali Kota Medan Rico Waas terkait normalisasi dan pelebaran sungai memperkuat mandat yang kini diemban Gibson. Sungai Deli, Babura, Belawan, hingga Bedera menjadi fokus perhatian. Namun ia menyadari, tantangan di lapangan jauh lebih kompleks dari sekadar pekerjaan fisik. “Normalisasi sungai bukan cuma soal alat berat. Ada aspek sosial, penataan ruang, dan keberanian mengambil keputusan yang tidak populer,” ungkapnya.

Bagi Gibson, banjir bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan kemanusiaan. Ia kerap menekankan dampak langsung yang dirasakan warga. “Setiap kali banjir, bukan hanya jalan yang tergenang. Ekonomi warga lumpuh, anak-anak terganggu sekolahnya, dan rasa aman masyarakat hilang. Itu yang harus kita hentikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Ruang Bagi Narkoba, Polres Madina Ungkap Dua Kasus Peredaran narkotika di Natal dan Panyabungan

Sejumlah warga Kota Medan yang dikonfirmasi media ini dan memilih tidak disebutkan namanya menilai, langkah awal yang dilakukan Gibson Panjaitan menunjukkan arah perubahan. Seorang warga Medan Johor mengatakan, meski hasil besar belum sepenuhnya terasa, pendekatan yang ditempuh dinilai lebih masuk akal. “Setidaknya sekarang pejabatnya bicara data dan sungai, bukan cuma bersihin parit menjelang hujan,” ujarnya.

Warga lain di kawasan Medan Marelan juga mengungkapkan harapan serupa. Menurutnya, keberanian membahas normalisasi sungai adalah hal yang jarang disampaikan secara terbuka sebelumnya. “Kalau memang serius mau besarkan sungai dan tertibkan bantaran, kami sebagai warga siap mendukung, asalkan jelas dan adil,” katanya.

Baca Juga :  Pemko Medan Kawal Ketat Hak Pekerja, Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerja Terima Santunan Rp208 Juta

Ke depan, Gibson Panjaitan berkomitmen mendorong SDABMBK bekerja dengan pendekatan berbasis riset dan teknologi, berkolaborasi dengan Brida serta lintas perangkat daerah. Ia menegaskan tidak ingin solusi setengah-setengah. “Kalau kita kerjakan, harus tuntas. Banjir Medan tidak bisa diselesaikan dengan program rutin tahunan. Harus ada langkah besar dan terukur,” katanya.

Di persimpangan tanggung jawab dan ekspektasi publik, figur Gibson Panjaitan kini diuji bukan oleh retorika, melainkan oleh hasil. Apakah pembenahan sistem dan data yang ia bangun mampu menjelma menjadi solusi konkret, publik menunggu jawabannya—di lapangan, bukan di atas kertas.

Penulis : LBS86/ RYANT GOBEL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Revitalisasi Rp1,25 Miliar di SMPN 38 Medan Jadi Sorotan, Aktivitas Belajar Berlangsung di Tengah Proyek Konstruksi
Warga Lingkungan XIV Terjun Mengeluh: Drainase Tersumbat, Jalan Tergenang, Perhatian Pemerintah Dinilai Minim
DPO Terpidana Penggelapan Albert A Hock Ditangkap Tim Kejatisu dan Kejari Tanjungbalai
Komisi XIII DPR RI Kawal Pengembalian 83,26 Hektare Lahan Padang Halaban, Sugiat Santoso Tegaskan Negara Harus Hadir
Resmi Pimpin Kejari Madina, Mohammad Nursaitias Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Penegakan Hukum
FORWAKA Nias Selatan Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah untuk Pembangunan Daerah
Gerindra Sebut Perombakan Pimpinan BGN Bukti Komitmen Presiden Prabowo Benahi Program MBG
Ketua DPD MOSI Apresiasi Respons Cepat Direksi KIM Bersihkan Tumpukan Sampah di Kawasan Industri Medan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:25 WIB

Revitalisasi Rp1,25 Miliar di SMPN 38 Medan Jadi Sorotan, Aktivitas Belajar Berlangsung di Tengah Proyek Konstruksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:23 WIB

Warga Lingkungan XIV Terjun Mengeluh: Drainase Tersumbat, Jalan Tergenang, Perhatian Pemerintah Dinilai Minim

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:11 WIB

DPO Terpidana Penggelapan Albert A Hock Ditangkap Tim Kejatisu dan Kejari Tanjungbalai

Jumat, 5 Juni 2026 - 04:52 WIB

Komisi XIII DPR RI Kawal Pengembalian 83,26 Hektare Lahan Padang Halaban, Sugiat Santoso Tegaskan Negara Harus Hadir

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:51 WIB

FORWAKA Nias Selatan Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah untuk Pembangunan Daerah

Berita Terbaru