KTH Pantai Labu Forestry Resmi Laporkan PT Tun Suwindu ke Kapolda Sumut dan Kementerian Kehutanan, Dugaan Penyerobotan Hutan Lindung Rugemuk Menguat

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas memasang plang larangan di kawasan hutan lindung Desa Rugemuk Pantai Labu Deli Serdang terkait dugaan aktivitas pemanfaatan kawasan hutan tanpa izin
Petugas gabungan bersama unsur pengawasan kehutanan terlihat memasang plang larangan aktivitas ilegal di kawasan hutan lindung Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pemasangan plang dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap dugaan aktivitas pemanfaatan kawasan hutan tanpa izin.

DELI SERDANG I LIBAS86.COM – Konflik dugaan penguasaan kawasan hutan lindung di Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan publik. Kelompok Tani Hutan (KTH) Pantai Labu Forestry resmi melaporkan PT Tun Suwindu kepada Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kapolda Sumatera Utara dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, terkait dugaan aktivitas pemagaran di kawasan yang disebut berstatus hutan lindung definitif.

Laporan tersebut tertuang dalam surat bernomor B-17/PLF/6/2026 yang turut ditembuskan kepada berbagai instansi pemerintah, mulai dari Pemerintah Desa Rugemuk, Camat Pantai Labu, Bupati Deli Serdang, Gubernur Sumatera Utara hingga jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Langkah hukum ini dilakukan menyusul kekhawatiran masyarakat atas dugaan tertutupnya akses terhadap sumber penghidupan warga yang selama ini menggantungkan ekonomi di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Tagih Ketegasan Kejatisu, HIPMASU Laporkan Dugaan Mark-Up dan Monopoli Anggaran Mamin Setda Medan ke KPK

Ketua KTH Pantai Labu Forestry, Tuah, menegaskan bahwa pemagaran yang dilakukan pihak perusahaan dinilai merugikan masyarakat Desa Rugemuk dan berpotensi mengganggu keberadaan kawasan hutan lindung. Menurutnya, warga kehilangan akses terhadap lahan usaha yang selama ini mereka kelola. “Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas agar hukum tidak kalah oleh kepentingan tertentu. Negara harus hadir melindungi kawasan hutan lindung yang menjadi aset bersama,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Tuah menjelaskan bahwa kawasan hutan lindung di Desa Rugemuk telah melalui proses tata batas resmi oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Sumatera Utara pada tahun 2024. Dalam proses itu, kelompok tani turut dilibatkan, termasuk pemasangan tapal batas di lapangan. Ia juga merujuk pada SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6609 Tahun 2021 tentang Penetapan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara, yang disebut menetapkan status kawasan tersebut sebagai hutan lindung definitif atau inkrah.

Baca Juga :  DPD MOSI Desak Polda Sumut Ambil Alih Kasus Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Padang Lawas Utara

Di sisi lain, Penjabat Kepala Desa Rugemuk, Hermanto, membenarkan bahwa pemerintah desa tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait aktivitas pemagaran tersebut. Bahkan, upaya mediasi yang telah diinisiasi pemerintah desa disebut tidak mendapatkan respons dari pihak perusahaan. Persoalan ini pun telah dilaporkan ke tingkat kecamatan guna mendapat perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  Semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, Jamaah Shaliqul Istiqomah Rantau Panjang Perkuat Keteladanan Akhlak Rasulullah

Hingga kini, aktivitas pemagaran di lokasi masih dilaporkan berlangsung dan memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait legalitas serta izin yang dikantongi. Sementara upaya konfirmasi kepada pihak PT Tun Suwindu belum membuahkan hasil. Kasus dugaan penyerobotan hutan lindung di Rugemuk ini kini menjadi perhatian masyarakat dan pegiat lingkungan hidup yang menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam menjaga kawasan hutan lindung dari dugaan penguasaan yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan.

Penulis : LBS86/ NRD

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!
LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot
Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dibantah, Forwaka: Jangan Rusak Karakter Pejabat dengan Informasi Belum Terverifikasi
Perkuat Kinerja Penegakan Hukum, Kajari Nias Selatan Imam Fauzi Lantik 8 Pejabat Eselon V
Peduli Keselamatan Pengendara, Kapolda Sumut Turun ke Jalan Bagikan Helm dan Masker
Kejari Tanjungbalai Tetapkan Dua Tersangka Korupsi KUR BRI, Kerugian Negara Tembus Rp15,65 Miliar
Tenang Memimpin, Tegas Menjaga Pers: Irfandi Dorong FORWAKA Sumut Lebih Profesional dan Berdaya
Forwaka Dairi Resmi Dilantik, Irfandi Tegaskan Profesionalisme Jurnalis dan Perlindungan Hukum Wartawan
Berita ini 0 kali dibaca
Kasus dugaan penyerobotan hutan lindung di Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mencuat setelah Kelompok Tani Hutan (KTH) Pantai Labu Forestry resmi melaporkan PT Tun Suwindu ke Kapolda Sumut dan Kementerian Kehutanan RI. Aktivitas pemagaran di kawasan yang disebut telah berstatus hutan lindung definitif dinilai merugikan masyarakat dan memicu perhatian publik serta pegiat lingkungan hidup.

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:37 WIB

GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:13 WIB

LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dibantah, Forwaka: Jangan Rusak Karakter Pejabat dengan Informasi Belum Terverifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Perkuat Kinerja Penegakan Hukum, Kajari Nias Selatan Imam Fauzi Lantik 8 Pejabat Eselon V

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Peduli Keselamatan Pengendara, Kapolda Sumut Turun ke Jalan Bagikan Helm dan Masker

Berita Terbaru