MEDAN, LIBAS86.COM – Pagi itu, aroma tak sedap masih menyelimuti sudut lingkungan di Kelurahan Terjun. Warga terlihat mulai berkumpul, sebagian membawa cangkul dan sekop. Tak lama berselang, Lurah Terjun Lukmanul Hakim, SH datang bersama Sekretaris Kelurahan (Seklur) dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU). Tanpa banyak seremoni, mereka langsung bekerja. Pemandangan itu menjadi potret kepemimpinan yang hadir, bukan sekadar memberi instruksi.
Di antara lumpur dan sisa sampah yang harus diangkat, Lurah dan jajaran kelurahan berbaur dengan warga. Tidak ada jarak. Mereka membersihkan saluran air, mengangkut timbunan sampah, dan memastikan area kembali tertata. Gotong royong yang selama ini menjadi budaya masyarakat kembali hidup dalam kerja nyata di lapangan.
Seorang warga mengaku merasa lega melihat respons cepat tersebut. Baginya, kehadiran aparatur pemerintah secara langsung memberi rasa tenang dan keyakinan bahwa kondisi akan segera membaik. “Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya singkat. Suasana yang semula penuh kekhawatiran perlahan berubah menjadi semangat kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lukmanul Hakim menegaskan bahwa tindakan cepat ini merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik yang harus dijalankan sesuai prinsip pemerintahan yang efektif dan akuntabel. Menurutnya, menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan bukan hanya kewajiban warga, tetapi juga komitmen pemerintah kelurahan untuk hadir dan memastikan koordinasi berjalan baik.
Setelah pembersihan dinyatakan tuntas, Kelurahan Terjun membentuk posko pengamatan. Posko ini menjadi pusat pemantauan situasi serta wadah komunikasi warga apabila ditemukan potensi gangguan lingkungan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif agar kondisi tetap terkendali dan tidak berulang.
Kisah hari itu bukan sekadar tentang sampah yang dibersihkan, tetapi tentang kehadiran dan tanggung jawab. Di tingkat kelurahan, pelayanan publik diuji bukan pada rapat-rapat panjang, melainkan pada keberanian turun ke lapangan. Dan di Terjun, pagi itu, warga menyaksikan sendiri bagaimana kepemimpinan bekerja — langsung, cepat, dan bersama.
Penulis : LBS86/ RYANT GOBEL
Editor : REDAKSI




















