MEDAN, LIBAS86.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Medan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar di sejumlah kawasan.
Menyikapi kondisi ini, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperbesar anggaran penanganan banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Antonius mengatakan, banjir yang melanda wilayah Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Baru, dan sebagian Medan Petisah dalam dapilnya menjadi bukti bahwa pemerintah harus bergerak lebih serius. Dua kecamatan yang dinilai paling rawan adalah Medan Barat dan Medan Helvetia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat sedih melihat kejadian ini. Banjir kali ini merenggut korban jiwa, banyak warga mengungsi, dan rumah mereka terendam tanpa sempat menyelamatkan perabotan maupun kendaraan,” ujarnya dengan nada prihatin, pada Minggu.(30/11/25)
Ia juga memaparkan, derasnya arus dan lambatnya bantuan evakuasi membuat banyak warga nekat menerobos banjir demi menyelamatkan diri.
“Ada warga yang terhanyut, bahkan dikabarkan masuk ke gorong-gorong. Keterlambatan bantuan ini sangat berbahaya,” tegasnya lagi kepada awak media yang bertugas saat di Building Sopo ATRestorasi Bersatu di Kota Medan.
Usul Tambahan Tenaga, Anggaran, dan Perlengkapan Evakuasi
Antonius mendorong Pemko Medan untuk menambah tenaga honorer pada Dinas Pemadam Kebakaran serta BPBD Kota Medan agar respons terhadap bencana lebih cepat.
Menurutnya, saat peristiwa banjir terjadi, banyak warga menghubunginya meminta bantuan perahu karet, makanan, hingga obat-obatan, namun upaya bantuan terhambat karena akses jalan sudah dikepung banjir.
“Bayangkan, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Beberapa kawasan di Medan Barat seperti Kelurahan Karya Sei Agul, Karang Berombak, Brayan, Silalas, bahkan sebagian Kesawan adalah titik yang paling parah,” jelasnya.
Antonius juga mengingatkan bahwa Kecamatan Medan Barat merupakan titik nol Kota Medan, sehingga secara geografis harus mendapatkan perhatian lebih dalam mitigasi banjir.
Selain itu, kawasan rawan di Medan Helvetia seperti Helvetia Timur, Cinta Damai, Tanjung Gusta, Helvetia Tengah, Helvetia, dan Dwikora juga perlu penanganan serius.
Sebagai langkah konkret, Antonius mengusulkan agar Pemko Medan dapat mendata daerah rawan banjir dan menyediakan dua perahu karet di setiap kelurahan agar ketika banjir proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan mengurangi jatuhnya korban.
“Banjir kemarin adalah peringatan keras. Ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah harus siap dengan segala perlengkapannya ketika banjir terjadi,” tegasnya.
Ia meminta Pemko Medan mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan banjir mulai dari kesiapsiagaan personel, peralatan evakuasi, hingga kebutuhan logistik untuk warga terdampak.
“Ini tentang keselamatan warga. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa lagi baru kita bergerak,” ujar Antonius selaku Ketua Umum DPW Sopo ATRestorasi Bersatu Provinsi Sumatera Utara.
Penulis : LBS86/ REL TIM
Editor : REDAKSI









