Di Balik Seragam Adhyaksa: Peran IAD Sumut Menguatkan Ketahanan Keluarga Aparatur Penegak Hukum
MEDAN, LIBAS86.COM – Di balik tanggung jawab besar aparat penegak hukum, terdapat keluarga yang menjadi fondasi keteguhan moral dan profesionalitas. Itulah benang merah yang mengemuka dalam pertemuan konsultasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumatera Utara yang digelar di Aula Gedung Jabal Nur Asrama Haji Medan, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang refleksi tentang peran keluarga dalam menopang integritas institusi Kejaksaan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum selaku Pengawas IAD, menegaskan bahwa kekuatan institusi tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan struktur formal, tetapi juga melalui stabilitas keluarga aparatur. Menurutnya, nilai kesederhanaan, etika, dan pengendalian diri yang dijaga di lingkungan keluarga akan berdampak langsung pada kualitas pengabdian dalam tugas kedinasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua IAD Sumatera Utara, Ny. Tiurmaida Harli Siregar, dalam pesannya menyampaikan bahwa peran Dharmakarini tidak berhenti pada pendampingan simbolik. Ia menekankan pentingnya membangun ketahanan rumah tangga yang adaptif terhadap dinamika zaman, termasuk literasi digital, pengelolaan ekonomi keluarga, serta pendidikan anak. “Sebagai Dharmakarini harus mampu mengemban dan menyesuaikan tanggung jawab dalam rumah tangga namun tetap mendukung tugas kedinasan suami,” ujarnya.
Dalam perspektif komunikasi keluarga, pakar nasional Dr. Aqua Dwipayana mengingatkan bahwa tekanan pekerjaan aparat penegak hukum kerap tidak terlihat publik. Karena itu, dukungan emosional, manajemen waktu, serta gaya hidup sederhana menjadi faktor penting untuk mencegah distraksi yang dapat memengaruhi profesionalitas. Ketahanan keluarga, menurutnya, adalah benteng pertama menjaga marwah institusi.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Setelah sesi konsultatif, kegiatan dilanjutkan dengan promosi UMKM dan pertunjukan seni dari pengurus IAD se-Sumatera Utara. Aktivitas tersebut menjadi simbol bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga dan pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai integritas.
Melalui kegiatan ini, IAD Sumatera Utara menegaskan bahwa dukungan keluarga bukan sekadar pelengkap dalam struktur birokrasi, melainkan elemen substantif dalam menjaga profesionalitas aparatur penegak hukum. Ketika keluarga kuat, institusi pun berdiri lebih kokoh—dalam koridor tugas, fungsi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penulis : LBS86/ REL/ RG
Editor : REDAKSI




















