Pembatasan BBM Picu Ketegangan di SPBU Aek Godang, Warga Tuntut Transparansi dan Kehadiran Pemerintah

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86.COM – Kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menuai kritik dan memicu ketegangan di lapangan. Antrean panjang yang terjadi sejak pagi di SPBU Aek Godang. berujung kericuhan setelah stok Pertalite dinyatakan habis ketika ratusan warga masih menunggu giliran, pada Rabu (3/12/2025)

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Madina, Parlin Lubis, menjelaskan bahwa pembatasan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan pemerataan distribusi BBM bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kebijakan ini bersifat preventif, agar distribusi BBM lebih merata dan seluruh masyarakat yang membutuhkan tetap kebagian,” ujar Parlin di Panyabungan.

Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi

Pertalite

Roda dua: maksimal Rp50.000/hari

Roda tiga: maksimal Rp100.000/hari

Roda empat: maksimal Rp200.000/hari

Biosolar

Roda empat: maksimal Rp200.000/hari

Roda enam: maksimal Rp300.000/hari

Roda sepuluh: maksimal Rp500.000/hari

Ketegangan memuncak ketika pihak SPBU mengumumkan stok Pertalite telah habis, sementara antrean kendaraan masih mengular panjang. Warga yang sudah menunggu berjam-jam mempertanyakan transparansi stok karena sebelumnya beredar informasi bahwa masih ada sisa.

Kerumunan kemudian menghampiri aparat kepolisian yang sedang berjaga untuk meminta bukti bahwa BBM benar-benar telah habis. Adu argumentasi tidak terhindarkan hingga akhirnya Kapolsek Panyabungan IPTU D. Sinulingga, SH, turun langsung menenangkan massa.

Baca Juga :  Cepat Tanggap, PTPN I Regional 1 Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Deli Serdang dan Langkat.

“ Kami memahami kondisi masyarakat. Informasi mengenai stok akan kami awasi dan pastikan berjalan transparan,” tegas Kapolsek saat memberi penjelasan di lokasi.

Kekecewaan warga semakin bertambah karena merasa kebijakan pembatasan tidak menyentuh kebutuhan di lapangan dan hanya menambah beban masyarakat serta relawan bencana yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Salah satu warga menyampaikan harapan agar pemerintah hadir secara langsung, bukan sekadar menetapkan aturan di atas kertas.

Baca Juga :  Percepat Pemulihan Batang Toru, Poldasu Gerak Cepat Bersihkan Mesjid, Rumah Warga dan Buat Sumur Bor.

“Kalau memang seperti ini, pemerintah harus hadir memberikan penjelasan kepada kami. Kenapa harus seperti itu? Bila perlu ratakan saja, bila perlu Rp20 ribu per motor biar semua dapat,” ujarnya dengan nada kesal.

Masyarakat meminta agar pemerintah segera mengevaluasi kebijakan pembatasan dan fokus pada pengawasan penyalahgunaan serta penimbunan BBM, bukan membatasi pembelian secara nominal.

Warga berharap kebijakan ini segera ditinjau ulang untuk menghindari konflik lanjutan dan memastikan ketersediaan BBM, terutama untuk kebutuhan logistik bantuan pasca bencana.

Penulis : LBS86/ SP/ MBS

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu, Seorang Pengedar Diamankan Di Batang Natal 
Mengetuk Pintu Warga, Negara Hadir Tanpa Sekat: Lurah Terjun Turun Langsung di Lingkungan 02, 08, dan 09
Kebakaran Lima Rumah di Karang Berombak Medan Barat, Pengawasan Pemko dan OPD Teknis Perlu Dievaluasi
Longsor Tambang Tradisional di Kotanopan, Satu Tewas Dua Luka, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban
Warga Geger! Pria 23 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebabnya
Tambang Emas Ilegal Kembali Makan Korban, Dua Orang Diduga Tewas dan Dua Lainnya Luka Parah
Indikasi Penghalangan Kerja Pers Mencuat Saat Media Liput Kebakaran Pabrik Swallow di Jalan Yos Sudarso
Rumah Warga Sibanggor Julu Hangus Terbakar, Camat PSM Tegaskan Negara Hadir untuk Korban
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:08 WIB

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu, Seorang Pengedar Diamankan Di Batang Natal 

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:52 WIB

Mengetuk Pintu Warga, Negara Hadir Tanpa Sekat: Lurah Terjun Turun Langsung di Lingkungan 02, 08, dan 09

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:22 WIB

Kebakaran Lima Rumah di Karang Berombak Medan Barat, Pengawasan Pemko dan OPD Teknis Perlu Dievaluasi

Senin, 2 Februari 2026 - 16:21 WIB

Longsor Tambang Tradisional di Kotanopan, Satu Tewas Dua Luka, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban

Senin, 2 Februari 2026 - 01:35 WIB

Warga Geger! Pria 23 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru