MEDAN, LIBAS86.COM – Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimaknai secara berbeda oleh Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM Indonesia). Berkolaborasi dengan PT Pegadaian dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, kampus tersebut menggelar seminar bertajuk “The Next Youth Green Leader” guna membangun Sustainability Mindset atau pola pikir keberlanjutan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Kota Medan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa terpilih sebagai calon pionir gerakan peduli lingkungan menuju Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema “Kebangkitan Generasi Muda Sebagai The Next Youth Green Leader yang Adaptif, Inovatif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, seminar ini menjadi ruang edukasi strategis bagi mahasiswa dalam memahami tantangan perubahan iklim dan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau. Ketua Yayasan USM Indonesia, Dr. Parlindungan Purba, yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum kebangkitan kreativitas generasi muda yang didukung kemauan, kemampuan, serta kesempatan untuk berkontribusi terhadap lingkungan.
Rektor USM Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes., menekankan bahwa peringatan 20 Mei tidak hanya menjadi simbol sejarah perjuangan bangsa, melainkan juga titik balik kebangkitan karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan global, khususnya perubahan iklim. Menurutnya, seminar ini dirancang untuk membangun Sustainability Mindset dan Driver Mentality agar mahasiswa memiliki cara berpikir visioner serta mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika lingkungan dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui half-day seminar ini, kami menghubungkan langsung peran generasi muda dengan tantangan perubahan iklim. Kami ingin membentuk pola pikir keberlanjutan agar mahasiswa memiliki visi masa depan yang kuat dan tangguh menghadapi persoalan lingkungan global,” ujar Prof. Ivan Elisabeth Purba dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Sebagai bentuk aksi nyata penguatan ekonomi hijau, PT Pegadaian turut memperkenalkan aplikasi TRING di lingkungan kampus USM Indonesia. Aplikasi tersebut dihadirkan untuk mendukung Pusat Inovasi Hijau kampus melalui akses keuangan berbasis lingkungan (green finance), sekaligus mendorong inklusi keuangan digital di kalangan mahasiswa. Deputy Bisnis Area Medan II PT Pegadaian, Heri Susianto, menyebut kepedulian terhadap lingkungan kini harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi berbasis keberlanjutan.
Tak hanya menghadirkan akademisi dan dunia industri, seminar ini juga mempertemukan pemangku kebijakan lintas sektor. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kota Medan, Ir. Arnus Hisari Gunawan Siahaan, S.T., M.Si., memaparkan tantangan pengelolaan sampah perkotaan beserta solusi integratifnya. Sementara Regional Public Affairs Manager CCEP Indonesia, Yayan Sopian, mengulas peluang green jobs di masa depan dan pentingnya membangun mental tangguh serta inovatif bagi generasi muda. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang dipandu Moderator Dr. Indra Utama, M.Si., membahas isu lingkungan hingga strategi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis : LBS86/ REL/ NRD
Editor : REDAKSI
































































































































































































































































































































































































































































































































































































































