MEDAN, LIBAS86.COM – Dampak banjir besar yang melanda Kota Medan kembali menyisakan persoalan serius pada infrastruktur. Jembatan perlintasan kereta api di Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia, yang roboh sejak 2024 hingga kini belum sepenuhnya pulih, menyebabkan akses vital masyarakat terputus dan aktivitas warga terganggu.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turun langsung ke lokasi pada Jumat (17/4/2026) guna memastikan percepatan penanganan. Ia menegaskan, kondisi jembatan Gang Damai Medan yang belum diperbaiki tidak boleh berlarut karena merupakan jalur utama penghubung antarwilayah sekaligus akses penting bagi pelajar menuju sekolah.
Jembatan eks perlintasan milik PT Kereta Api Indonesia tersebut merupakan peninggalan era kolonial Belanda yang dibangun pada rentang 1887 hingga 1915. Meski sudah tidak difungsikan sebagai jalur kereta api, jembatan ini selama bertahun-tahun menjadi urat nadi mobilitas warga, sehingga kerusakan yang terjadi berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak jembatan Gang Damai roboh akibat banjir Medan 2024, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan waktu tempuh, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan, khususnya bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintas.
Dalam peninjauan tersebut, Pemko Medan bersama PT KAI dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun langkah strategis untuk pembangunan kembali akses penyeberangan. Fokus utama adalah menghadirkan infrastruktur yang lebih modern, aman, serta memiliki ketahanan terhadap potensi bencana di masa depan.
“Kami tidak ingin masyarakat terus terisolasi. Bersama PT KAI, kami siapkan solusi pembangunan akses baru yang lebih layak dan aman. Ini menjadi prioritas utama,” tegas Rico Waas.
Pemko Medan menargetkan pembangunan akses pengganti jembatan Gang Damai dapat segera direalisasikan guna memulihkan mobilitas warga. Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama untuk menjamin keamanan pelajar dan masyarakat yang selama ini terdampak akibat terputusnya akses tersebut.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI
















