MEDAN, LIBAS86.COM – Penanganan banjir rob di kawasan Belawan kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, mendorong sinergi lintas sektor sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan yang telah berlangsung lama dan berdampak luas terhadap masyarakat pesisir.
Hal tersebut disampaikan Zakiyuddin saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Belawan, Kamis (9/4/2026). Dalam agenda tersebut, ia menegaskan bahwa penanganan banjir rob tidak bisa dilakukan secara parsial oleh Pemerintah Kota Medan, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga BUMN yang memiliki kewenangan di wilayah tersebut.
Menurut Zakiyuddin, kompleksitas persoalan di Belawan tidak hanya terkait faktor alam, tetapi juga menyangkut kepemilikan lahan dan tata ruang. Ia mengungkapkan bahwa sebagian kawasan terdampak berada di atas lahan milik PT KAI dan Pelindo, sementara masyarakat banyak bermukim dengan status sewa. Kondisi ini menjadi kendala dalam upaya normalisasi sungai maupun penataan kawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ia menyoroti kondisi sungai yang melintasi Kota Medan hingga wilayah Deli Serdang yang mengalami penyempitan, sedimentasi, bahkan penutupan di sejumlah titik. Ia menegaskan, tanpa penanganan terpadu lintas daerah, upaya normalisasi yang dilakukan hanya akan bersifat sementara karena aliran air dan sampah akan terus kembali dari wilayah hulu.
Sementara itu, Plh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, menyampaikan bahwa secara teknis penanganan banjir rob dapat dilakukan. Namun, tantangan utama terletak pada koordinasi antar pemangku kepentingan serta kondisi sosial masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.
Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI, Musa Rajekshah, yang menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia menyatakan Komisi V DPR RI siap mendorong pembentukan forum koordinasi lintas sektor, termasuk penanganan kerusakan mangrove dan relokasi warga di bantaran sungai, agar penanganan banjir rob Belawan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI
















