MEDAN, LIBAS86.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (12/2/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang akan digelar Pemerintah Kota Medan di kawasan Kesawan pada 21 Februari 2026.
Dalam audiensi itu, Rico Waas menekankan pentingnya sensitivitas sosial mengingat perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ia meminta agar seluruh rangkaian kegiatan dimulai setelah pelaksanaan salat tarawih, guna menjaga kekhusyukan umat Muslim yang menjalankan ibadah. Penyesuaian waktu tersebut dinilai sebagai langkah preventif untuk memastikan harmoni antarumat beragama tetap terjaga.
Selain pengaturan waktu, Wali Kota juga mengusulkan penataan konsep acara berbasis zonasi. Kawasan Kesawan direncanakan dibagi menjadi beberapa area, meliputi zona perayaan Imlek, Car Free Night, serta aktivitas bernuansa Ramadan. Skema ini diharapkan mampu menghindari tumpang tindih kegiatan sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rico turut menyoroti aspek etika dalam setiap penampilan seni dan hiburan yang akan ditampilkan. Ia mengingatkan agar seluruh pengisi acara memperhatikan norma, termasuk terkait kostum dan jenis pertunjukan, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Penegasan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memastikan setiap agenda publik berjalan sesuai koridor budaya dan aturan yang berlaku.
Di sisi lain, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra menyampaikan bahwa pihaknya meminta arahan pemerintah daerah agar perayaan Imlek 2577 yang bertepatan dengan Ramadan dapat berlangsung lancar dan kondusif. Ia menjelaskan kegiatan direncanakan dimulai pukul 22.00 WIB di kawasan Kesawan, sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah umat Muslim.
Momentum ini dipandang sebagai cerminan praktik toleransi di Kota Medan, di mana agenda keagamaan dan kebudayaan dapat berjalan berdampingan melalui koordinasi dan komunikasi yang intensif. Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara perayaan budaya, ketertiban umum, serta nilai-nilai keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat kota.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI




















