MEDAN, LIBAS86.COM – Pemerintah Kota Medan mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flamboyan II, Kecamatan Medan Tuntungan. Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap turun langsung ke lokasi, Senin (30/3/2026), sekaligus memberi peringatan keras terkait potensi pemborosan akibat lemahnya koordinasi lintas sektor.
Dalam peninjauan tersebut, Zakiyuddin menegaskan bahwa proyek Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan program strategis yang harus selesai tepat waktu dan tanpa kesalahan perencanaan. Ia menuntut seluruh organisasi perangkat daerah dan instansi terkait bergerak cepat dan terintegrasi.
“Ini tugas prioritas. Tidak boleh lambat, tidak boleh ada miskomunikasi. Semua harus satu komando dalam percepatan pembangunan,” tegas Zakiyuddin di hadapan jajaran teknis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan utama diarahkan pada minimnya infrastruktur pendukung, khususnya drainase dan penerangan jalan. Zakiyuddin menyebut kondisi tersebut tidak hanya menghambat proyek, tetapi juga mencerminkan lemahnya perencanaan kawasan. Ia secara tegas menyatakan jalan tanpa drainase tidak layak untuk lingkungan pendidikan.
Lebih jauh, Zakiyuddin mengingatkan praktik lama yang kerap terjadi, yakni pembongkaran ulang jalan yang sudah diaspal akibat pemasangan utilitas seperti pipa dan kabel. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran dan kegagalan koordinasi.
“Kita tidak mau lagi jalan yang sudah jadi dibongkar ulang. Ini buang waktu, buang biaya, dan hasilnya tidak maksimal. Semua harus dikerjakan terpadu dari awal,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Medan termasuk yang tercepat secara nasional. Hingga saat ini, capaian fisik telah menyentuh 28 persen, dengan 13 bangunan utama rampung pada tahap struktur.
Dengan target penyelesaian 30 Juni 2026 dan operasional pada 30 Juli 2026, proyek ini masih dihadapkan pada tantangan serius, terutama kesiapan lingkungan sekitar. Infrastruktur dasar seperti drainase, jalan akses, dan lampu penerangan menjadi faktor krusial yang harus segera dituntaskan agar proyek tidak tersendat di tahap akhir.
Pemko Medan menargetkan Sekolah Rakyat ini tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan baru, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Namun, tanpa koordinasi kuat dan eksekusi terpadu, percepatan yang dicanangkan berpotensi terhambat oleh persoalan klasik di lapangan.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI
















