MEDAN, LIBAS86.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan arah baru pembangunan infrastruktur kota dengan menitikberatkan pada penataan trotoar yang terencana matang, humanis, serta memiliki nilai estetika tinggi. Hal ini disampaikan saat memimpin rapat strategis penataan trotoar di sejumlah ruas jalan utama Kota Medan, Kamis (2/4/2026).
Dalam arahannya, Rico Waas menekankan bahwa pembangunan trotoar tidak boleh dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan karakteristik tiap kawasan. Ia meminta seluruh perencana teknis agar mengedepankan pendekatan berbasis kondisi lapangan, sehingga desain yang dihasilkan benar-benar relevan dan fungsional bagi masyarakat.
“Setiap blok memiliki kebutuhan berbeda. Jangan disamaratakan. Kita ingin trotoar yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” tegasnya di hadapan jajaran pimpinan OPD terkait, termasuk Sekda Kota Medan dan sejumlah kepala dinas teknis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Rico Waas mendorong peningkatan kualitas pembangunan trotoar agar mampu menjawab tantangan kota metropolitan. Ia menilai, standar trotoar di Kota Medan harus naik kelas, tidak lagi sekadar jalur pejalan kaki, melainkan menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan representatif.
Penataan trotoar ke depan, lanjutnya, harus terintegrasi dengan berbagai aspek pendukung, seperti sistem drainase yang baik, pencahayaan memadai, ruang hijau, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, trotoar modern harus mampu menciptakan pengalaman berjalan kaki yang inklusif dan berkelanjutan.
Rico Waas juga mengingatkan agar proses pembangunan tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perencanaan detail. Ia menilai, pekerjaan yang terburu-buru justru berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, terutama terkait akses jalan dan aktivitas sehari-hari.
Sebagai bagian dari implementasi, Pemko Medan telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan strategis yang akan menjadi prioritas penataan trotoar, di antaranya Jalan HM Yamin, Jalan Zainul Arifin, Jalan Juanda, Jalan Monginsidi, Jalan Setia Budi, Jalan Masjid Raya, Jalan Mahkamah, hingga Jalan Brigjen Katamso di kawasan Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Medan tengah mendorong transformasi wajah kota menuju kawasan urban yang lebih tertata, modern, dan berpihak pada kenyamanan masyarakat. Dengan konsep yang matang dan eksekusi yang tepat, penataan trotoar diharapkan menjadi simbol kemajuan infrastruktur Kota Medan di tingkat nasional.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI
















