LANGKAT, LIBAS86.COM – Kemiskinan struktural masih menjadi kenyataan pahit bagi sebagian warga di Sumatera Utara, bahkan untuk memenuhi kewajiban dasar dalam kehidupan beragama. Di Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat, keterbatasan ekonomi membuat seorang anak yatim harus menunda Sunat Rasul—hingga kepedulian Forum Wartawan Kejaksaan Tinggi (Forwaka) Sumut hadir memberi harapan.
Forwaka Sumut di bawah kepemimpinan Irfandi kembali menunjukkan bahwa jurnalisme tidak hanya soal pemberitaan, tetapi juga keberpihakan pada kemanusiaan. Pada Sabtu (27/12/2025), Irfandi bersama jajaran pengurus mendatangi rumah sederhana Abd Aziz (13) di Jalan Medan–Besitang untuk membantu dan membiayai pelaksanaan Sunat Rasul yang selama ini tertunda akibat kondisi ekonomi keluarga.
Bantuan tersebut disambut haru oleh keluarga Aziz. Sang ibunda, Rani (45), tak kuasa menahan air mata ketika mengetahui anaknya akhirnya bisa menjalankan sunat tahun ini. “Terima kasih ya Allah, anak kami akhirnya bisa sunat. Terima kasih kepada Forwaka yang sudah peduli dengan kami,” ucapnya lirih, didampingi ayah sambung Aziz, Syahrial (51), seorang marbot masjid yang penghasilannya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah keterbatasan itu, Aziz justru menunjukkan ketegaran. Dengan senyum polos, ia menyampaikan kesiapannya. “Siap, Om. Aziz senang dan bahagia bisa sunat,” katanya singkat, mencerminkan betapa sederhana namun mahalnya sebuah harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ketua Forwaka Sumut, Irfandi, mengatakan bahwa aksi tersebut berangkat dari keprihatinan atas realitas sosial yang masih menempatkan kelompok miskin sebagai pihak paling rentan. “Bagi kami, membantu seperti ini adalah kewajiban moral. Jangan sampai kemiskinan membuat anak-anak kehilangan hak dasarnya, termasuk dalam menjalankan ajaran agama,” ujarnya.
Irfandi menegaskan, semangat berbagi harus ditumbuhkan tanpa menunggu kelapangan harta, sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an. “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji” (QS. Al-Baqarah: 261). “Jangan menunggu ada baru memberi. Insyaallah, setiap keikhlasan akan diganti Allah SWT dengan kebaikan yang berlipat,” pungkasnya.
Penulis : LBS86/ RG
Editor : REDAKSI





















