MEDAN, LIBAS86.COM – Di tengah rutinitas kerja yang sarat tekanan dan tanggung jawab, Aula Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan pada Rabu (15/1/2026) berubah menjadi ruang hening penuh refleksi. Sejenak, para pegawai Kristen meninggalkan tumpukan berkas dan dinamika tugas pemasyarakatan untuk menenangkan batin melalui Ibadah Rutin Pegawai Kristen.
Ibadah ini diikuti langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Medan Kriston Napitupulu bersama jajaran pegawai dan peserta magang. Kehadiran pimpinan dalam kegiatan rohani tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan simbol bahwa penguatan iman dan karakter diposisikan sejajar dengan profesionalisme kerja di lingkungan Bapas.
Pendeta Vainder Pasaribu yang memimpin ibadah menyampaikan firman Tuhan dengan pesan yang membumi dan menyentuh realitas kerja aparatur negara. Integritas, kejujuran, dan kasih dalam pelayanan ditegaskan sebagai nilai yang harus hidup, bukan hanya di ruang ibadah, tetapi juga saat berhadapan dengan klien pemasyarakatan dan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana ibadah berlangsung khidmat dan hangat. Doa, pujian, dan perenungan mengalir dalam kebersamaan yang jarang ditemukan di tengah ritme kerja birokrasi. Bagi sebagian pegawai, momen ini menjadi ruang untuk “berhenti sejenak”, menata ulang niat, serta menguatkan panggilan pelayanan di balik tugas yang kerap tidak terlihat publik.
Bapas Kelas I Medan memandang pembinaan rohani sebagai kebutuhan nyata, bukan sekadar agenda seremonial. Di balik sistem dan aturan pemasyarakatan, terdapat manusia yang membutuhkan keseimbangan batin agar tetap tegak menjalankan tugas. Dari ruang ibadah inilah, semangat melayani dengan hati dan tanggung jawab kembali diteguhkan.
Penulis : LBS86/ RG
Editor : REDAKSI





















