PUNCAK SORIK MARAPI, LIBAS86.COM – Musibah kebakaran kembali melanda wilayah pedesaan. Satu unit rumah semi permanen milik Abdul Rojak Tanjung (44), seorang petani di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, hangus terbakar pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Seluruh bangunan beserta harta benda korban ludes, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.
Saat kejadian, Abdul Rojak tengah berada di sawah, sementara istrinya dan lima anak berada di dalam rumah. Api pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Kariamin, yang mendengar tangisan anak-anak dan melihat api membesar dari salah satu kamar. Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Warga setempat secara spontan bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil mengevakuasi penghuni rumah. Upaya cepat tersebut berhasil mencegah api merembet ke rumah warga lainnya. Sekitar pukul 15.30 WIB, satu unit mobil tangki air milik PT SMGP tiba di lokasi membantu pemadaman, disusul mobil pemadam kebakaran Kabupaten Mandailing Natal sekitar pukul 16.00 WIB untuk memastikan api benar-benar padam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, keluarga korban kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda dalam waktu singkat.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Camat Puncak Sorik Marapi, Yanjahuddin, S.Sos, menegaskan pemerintah kecamatan langsung bergerak cepat dengan melaporkan kejadian ini ke BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal guna mempercepat penanganan serta penyaluran bantuan.
“Kejadian ini baru saja terjadi, namun pemerintah tidak tinggal diam. Kami langsung melapor ke BPBD dan Dinas Sosial agar bantuan segera disalurkan. Kami memastikan negara hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah,” tegas Yanja.
Ia menambahkan, bantuan darurat berupa sandang dan pangan sementara telah disalurkan melalui pemerintah desa dan dukungan swadaya masyarakat.
“Alhamdulillah, melalui Kepala Desa Sibanggor Julu dan masyarakat sekitar, kebutuhan mendesak korban sudah tertangani. Ini menunjukkan kuatnya solidaritas sosial warga,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah kecamatan akan meningkatkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh desa untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait instalasi listrik rumah tangga dan penggunaan peralatan elektronik,” pungkasnya.
Sementara itu, pemerintah desa bersama aparat kecamatan terus melakukan pendataan kebutuhan korban, termasuk tempat tinggal sementara, logistik, serta peluang bantuan stimulan perbaikan rumah dari pemerintah daerah.
Penulis : LBS86/ SP
Editor : REDAKSI




















