Diduga Tambang Ilegal Marak di Pulo Padang, PKC PMII Sumut Soroti Lemahnya Penegakan Hukum di Madina

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Aktivitas pertambangan yang diduga ilegal kembali menjadi sorotan publik di wilayah Pulo Padang, Desa SP Durian, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal.

Sejumlah pihak disebut masih melakukan aktivitas penambangan tanpa mengantongi izin resmi, meskipun kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan adanya beberapa aktor penambang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut, di antaranya berinisial A, Ir, dan D. Hingga saat ini, belum terdapat kejelasan terkait kepemilikan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atas kegiatan penambangan yang berlangsung di kawasan Pulo Padang.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Utara. Organisasi mahasiswa ini menilai maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin mencerminkan lemahnya penegakan hukum serta berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian bagi daerah.

Wakil Sekretaris PKC PMII Sumut, Alwi Rahman, yang juga merupakan mantan Ketua Cabang PMII Mandailing Natal, mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas, profesional, dan tidak tebang pilih dalam menangani dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara serius dan transparan. Aparat tidak boleh ragu menindak para aktor yang terlibat, baik pelaku di lapangan maupun pihak-pihak yang diduga berada di balik aktivitas tambang ilegal di Pulo Padang,” ujar Alwi Rahman dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga :  AKBP Hendri Nupia Dinka Barus Resmi Pimpin Polres Simalungun, Kapolda Sumut Lantik Sejumlah Pejabat Baru

Selain itu, Alwi Rahman juga menyoroti informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dari Polsek Lingga Bayu yang disebut berinisial H. Ia meminta agar dugaan tersebut segera diklarifikasi dan ditelusuri secara objektif oleh institusi kepolisian sesuai mekanisme yang berlaku.

“Jika benar terdapat oknum aparat yang terlibat atau melakukan pembiaran, maka harus diproses sesuai hukum dan aturan internal kepolisian. Penegakan hukum tidak boleh pandang bulu karena ini menyangkut kepercayaan publik,” tegasnya.

Baca Juga :  Sirkuit Membara! Final Motocross Kapolres Madina Cup 2026 Diserbu 15 Ribu Penonton, Event Berlangsung Super Aman

Ia menambahkan, dengan telah ditetapkannya Pulo Padang sebagai WPR, seluruh aktivitas pertambangan seharusnya dilakukan secara legal melalui pengurusan IPR. Pembiaran terhadap aktivitas tanpa izin dinilai hanya akan memperparah kerusakan lingkungan serta mencederai rasa keadilan masyarakat setempat.

PKC PMII Sumut menyatakan komitmennya untuk terus mengawal persoalan dugaan tambang ilegal di Mandailing Natal, serta mendorong pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait agar segera melakukan penertiban, pemeriksaan lapangan, serta evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan di kawasan Pulo Padang. tutupnya

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru