MEDAN, LIBAS86.COM – Tak terasa, waktu telah membawa DPD KNPI Kota Medan Periode 2021–2024 sampai di persimpangan perjalanan. Empat tahun yang diisi dengan rapat panjang, perdebatan hangat, tawa lepas, kelelahan, dan harapan—kini menjelma menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan.
Momen pamitan KSB DPD KNPI Medan bukan sekadar seremoni akhir masa jabatan. Ia hadir sebagai ruang sunyi untuk mengenang, menoleh ke belakang, dan mengucap terima kasih atas kebersamaan yang telah menempa banyak hati.
Bendahara DPD KNPI Medan, Wendy Melianda Tanjung, SH, MH, menyampaikan pesan pamit yang sarat emosi. Ucapannya mengalir jujur, sederhana, namun menggugah, seolah mewakili perasaan banyak pengurus yang sama-sama pernah jatuh dan bangkit dalam satu perjuangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam Ketua KNPI Medan Riza Usty Siregar, Sekjen Alfikri Matondang, dan saudara-saudaraku semua. Sebelum grup ini dibubarkan, saya atas nama pribadi mengucapkan banyak terima kasih atas kebersamaan kita selama kurang lebih empat tahun,” tutur Wendy.
Baginya, KNPI Medan bukan hanya tempat bekerja, melainkan ruang tumbuh dan belajar menjadi manusia yang lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan dan tanggung jawab.
“Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapatkan. Mungkin nanti saya akan rindu dipanggil Bendum atau Pak Bend,” ucapnya, menyiratkan rindu yang mulai terasa bahkan sebelum benar-benar berpisah.
Dengan kerendahan hati, Wendy juga menyampaikan permohonan maaf, menyadari bahwa perjalanan panjang tak selalu mulus.
“Mohon maaf saya apabila dalam perjalanan ini ada kata-kata atau sikap saya yang menyinggung perasaan sahabat-sahabat semua. Tak kenal menjadi kenal, kenal menjadi sahabat, sahabat menjadi saudara,” katanya lirih namun penuh makna.
Di tengah suasana yang semakin emosional, Ketua DPD KNPI Kota Medan, M. Rizawan Usty Siregar, SH, menyampaikan pernyataan yang seolah menjadi pelukan bagi seluruh pengurus dan demisioner.
“Group ini tidak bubar. Kita jadikan sebagai ruang silaturahmi. Kepengurusan boleh berakhir, tapi persaudaraan tidak pernah selesai,” tegas Riza.
Pernyataan itu sontak diamini oleh seluruh demisioner DPD KNPI Medan, menjadi penanda bahwa hubungan yang terjalin selama empat tahun tak akan terhapus oleh pergantian struktur.
Perpisahan ini meninggalkan jejak sunyi namun hangat. KNPI Medan telah menjadi saksi bagaimana orang-orang yang awalnya saling asing, dipertemukan oleh idealisme, lalu dipersatukan oleh rasa saling percaya.
Kini, masing-masing melangkah dengan peran dan jalan pengabdian yang berbeda. Namun satu hal pasti: KNPI Medan akan selalu menjadi rumah di mana kenangan itu berawal, dan persaudaraan itu tetap pulang.
Penulis : LBS86/ RYANT GOBEL
Editor : REDAKSI





















