MEDAN, LIBAS86.COM -Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan kembali menggelar kegiatan pengajian rutin yang berlangsung dengan khidmat sebagai bagian dari pembinaan rohani bagi seluruh pegawai, yang dilaksanakan di Aula Utama kantor Bapas Kelas I Medan, pada Senin(22/12/2025).
Kegiatan pengajian ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta seluruh pegawai Bapas Kelas I Medan. Selain sebagai sarana ibadah, pengajian rutin ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan kerja.
Kepala Bapas Kelas I Medan,Kriston Napitupulu, A.Md.IP, S.H. , dalam ketika ditemui awak media di sela acara menyampaikan bahwa pengajian rutin memiliki peran penting dalam membentuk karakter aparatur yang berintegritas dan berakhlak mulia. Menurutnya, keseimbangan antara profesionalitas kerja dan spiritualitas menjadi kunci dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengajian rutin ini merupakan upaya kita bersama untuk memperkuat integritas dan spiritualitas pegawai dengan menyelaraskan nilai-nilai agama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Kriston.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi landasan moral bagi seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan yang jujur, adil, dan bertanggung jawab kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pemasyarakatan.
Pengajian rutin ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah keagamaan, serta doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Bapas Kelas I Medan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun profesional, demi mendukung terwujudnya birokrasi yang bersih dan berintegritas.
Dalam kajian yang disampaikan Ustadz Abu Maryam, menekankan bahwa akhlak adalah cermin dari iman, akhlak juga modal utama dalam memberikan bimbingan yang memanusiakan manusia, dan memperbaiki akhlak adalah langkah pertama untuk diterima kembali dengan hormat di tengah masyarakat. Kita diingatkan bahwa setiap kekhilafan masa lalu bisa ditebus dengan perubahan perilaku yang lebih baik di masa depan.





















