Warga Mandailing Natal Dikejutkan Lonjakan Harga Pertalite di Tengah Kondisi Bencana 

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86.COM – Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dikejutkan oleh kenaikan harga pertalite yang dinilai tidak wajar di tengah situasi bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Lonjakan harga di tingkat eceran ini menambah tekanan bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan akses dan kebutuhan dasar akibat bencana.

Kelangkaan pasokan BBM dalam beberapa hari terakhir diduga dipicu kerusakan akses jalan serta hambatan distribusi pada jalur utama. Kondisi tersebut memicu meningkatnya harga pertalite di atas batas normal, terutama di wilayah yang jauh dari SPBU.

Baca Juga :  Tambang Emas Ilegal Kembali Makan Korban, Dua Orang Diduga Tewas dan Dua Lainnya Luka Parah

Aktivis Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (GEMPAK) Mandailing Natal, Syaparuddin Pohan, mengecam keras kenaikan harga yang dinilainya tidak manusiawi dalam situasi darurat seperti sekarang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi masyarakat sedang sulit. Infrastruktur banyak yang rusak, bantuan belum sepenuhnya merata, dan justru muncul lonjakan harga pertalite yang tidak masuk akal. Ini jelas bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan masyarakat,” tegas Syaparuddin Pohan.

Baca Juga :  Kelangkaan BBM Usai Bencana Picu Antrean Panjang di SPBU Aek Galoga, Aparat Gabungan Turun ke Lapangan

Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan distribusi BBM di lapangan. Menurutnya, pemerintah daerah harus bertindak cepat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi bencana untuk mengambil keuntungan pribadi.

“Kami mendesak pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat, menindak tegas penjual yang menaikkan harga secara sepihak, dan segera memastikan pasokan BBM kembali stabil. Negara harus hadir, terutama saat masyarakat berada dalam kondisi paling rentan,” tambahnya.

Baca Juga :  Mengetuk Pintu Warga, Negara Hadir Tanpa Sekat: Lurah Terjun Turun Langsung di Lingkungan 02, 08, dan 09

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai langkah penanganan kelangkaan tersebut. Warga berharap suplai BBM dapat segera distabilkan dan harga kembali normal.

Penulis : LBS86/ MBS/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu, Seorang Pengedar Diamankan Di Batang Natal 
Mengetuk Pintu Warga, Negara Hadir Tanpa Sekat: Lurah Terjun Turun Langsung di Lingkungan 02, 08, dan 09
Kebakaran Lima Rumah di Karang Berombak Medan Barat, Pengawasan Pemko dan OPD Teknis Perlu Dievaluasi
Longsor Tambang Tradisional di Kotanopan, Satu Tewas Dua Luka, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban
Warga Geger! Pria 23 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebabnya
Tambang Emas Ilegal Kembali Makan Korban, Dua Orang Diduga Tewas dan Dua Lainnya Luka Parah
Indikasi Penghalangan Kerja Pers Mencuat Saat Media Liput Kebakaran Pabrik Swallow di Jalan Yos Sudarso
Rumah Warga Sibanggor Julu Hangus Terbakar, Camat PSM Tegaskan Negara Hadir untuk Korban
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:08 WIB

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu, Seorang Pengedar Diamankan Di Batang Natal 

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:52 WIB

Mengetuk Pintu Warga, Negara Hadir Tanpa Sekat: Lurah Terjun Turun Langsung di Lingkungan 02, 08, dan 09

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:22 WIB

Kebakaran Lima Rumah di Karang Berombak Medan Barat, Pengawasan Pemko dan OPD Teknis Perlu Dievaluasi

Senin, 2 Februari 2026 - 16:21 WIB

Longsor Tambang Tradisional di Kotanopan, Satu Tewas Dua Luka, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban

Senin, 2 Februari 2026 - 01:35 WIB

Warga Geger! Pria 23 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru