MEDAN, LIBAS86.COM – Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi warga Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Lebih dari seribu warga memadati Jalan Karya Mesjid, Lingkungan VIII, Sabtu (16/1/2026), menghadiri Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) perdana yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos. Antusiasme warga terasa kuat, bukan sekadar hadir, tetapi terlibat aktif menyuarakan harapan akan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Dalam sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan, Antonius tampil lugas dan tegas. Ia menyoroti persoalan klasik yang terus berulang: sampah menumpuk karena minimnya sarana angkut. Politisi Komisi IV DPRD Medan ini mendorong pengadaan 2.001 becak sampah, dengan target satu becak di setiap lingkungan se-Kota Medan. “Kalau armadanya ada, persoalan sampah bisa ditangani dari hulunya, langsung dari rumah warga,” ujarnya, disambut tepuk tangan panjang.
Menurut Antonius, kebijakan pelimpahan pengelolaan sampah ke kecamatan harus diikuti dukungan alat yang memadai. Tanpa itu, kepala lingkungan dan petugas kebersihan hanya menjadi penonton masalah. Becak sampah dinilai solusi realistis, terutama di kawasan padat penduduk dan gang sempit yang tak terjangkau truk. Pernyataan itu terasa dekat dengan realitas warga, yang selama ini hidup berdampingan dengan bau dan tumpukan sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, dorongan kebijakan itu dibarengi ajakan tanggung jawab publik. Antonius secara terbuka meminta kesediaan warga membayar retribusi sampah jika layanan diperbaiki. Responsnya mengejutkan sekaligus menggembirakan. Warga menyatakan siap. “Kami mau bayar retribusi asal sampah diangkut rutin,” kata Risdani Br. Sitorus, mewakili warga, dengan nada bangga memiliki wakil rakyat yang dianggap hadir dan mendengar.
Suasana kian hangat karena kegiatan bertepatan dengan hari ulang tahun Antonius Tumanggor. Sosperda berubah menjadi ruang kebersamaan: antara wakil rakyat, pemerintah kelurahan, dan warga. Lurah Sei Agul Surya Setia Harahap pun menyampaikan apresiasi, berharap gagasan tersebut tak berhenti di forum sosialisasi, melainkan benar-benar terealisasi demi lingkungan yang bersih dan sehat.
Di tengah pembagian suvenir dan nasi kotak, pesan utama hari itu menguat: pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi kerja bersama. Ketika kebijakan, fasilitas, dan kesadaran warga bertemu, harapan akan Kota Medan yang lebih bersih tak lagi sekadar wacana, melainkan tujuan yang bisa diperjuangkan bersama.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI




















