MEDAN, LIBAS86.COM – Pemerintah Kota Pemko Medan menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Medan ke depan harus menempatkan pembangunan manusia sebagai pilar utama ketahanan sosial perkotaan. Pendekatan ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Senin (2/2/2026). Kegiatan keagamaan ini dimanfaatkan sebagai ruang penguatan orientasi kebijakan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada fisik kota, tetapi juga pada kualitas sosial dan moral masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, unsur Forkopimda, sejumlah anggota DPRD Kota Medan, antara lain Saiful Bahri, Muslim, dan Tia Ayu Anggraini, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar dan Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan kelembagaan terhadap penguatan pembangunan berbasis nilai keagamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wiriya Alrahman menegaskan bahwa pembangunan perkotaan yang berkelanjutan mensyaratkan integrasi kebijakan infrastruktur, pelayanan publik, dan pembinaan karakter masyarakat. Ketahanan sosial kota, menurutnya, tidak akan tercapai apabila pembangunan manusia—yang mencakup integritas, disiplin, kepedulian sosial, serta kesadaran hukum—tidak menjadi prioritas lintas perangkat daerah.
Pemko Medan juga menempatkan isu narkoba dan judi online sebagai ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan stabilitas keluarga. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan peran keluarga, tokoh agama, serta institusi pendidikan sebagai bagian dari ekosistem kebijakan pencegahan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui momentum Isra’ Mi’raj 1447 H, Pemko Medan menegaskan kembali komitmennya membangun kota dengan pendekatan kebijakan yang berimbang antara pembangunan fisik dan sosial. Sinergi antara eksekutif, legislatif, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi ketahanan sosial perkotaan dalam menjawab dinamika dan tantangan pembangunan Kota Medan ke depan.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI




















