MEDAN, LIBAS86.COM – Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus hadir dalam pidato resmi. Minggu (8/2/2026), Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap memilih turun langsung ke aliran Sungai Deli, menyusuri kawasan dari Dermaga Taman Avros hingga Jembatan Kampung Aur dalam Aksi Bersih Sungai Deli. Kegiatan ini menjadi simbol kehadiran pemerintah di ruang hidup warga sekaligus momentum refleksi bersama tentang kondisi sungai yang kian tertekan.
Aksi tersebut digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra dan diikuti oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Ade Jona Prasetya, serta Anggota DPR RI Sugiat Santoso bersama kader dan pengurus partai. Kehadiran lintas unsur ini memperlihatkan bahwa isu lingkungan membutuhkan kolaborasi, bukan kerja sektoral semata.
Menggunakan perahu karet milik BNPB dan BPBD Sumut serta Kota Medan, rombongan menyusuri aliran sungai sambil memungut sampah yang mengendap. Dengan alat pengapit di tangan, para peserta berhadapan langsung dengan realitas sungai—limbah rumah tangga, plastik, dan endapan yang menjadi saksi panjangnya persoalan kebersihan di daerah aliran Sungai Deli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Sumatera Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh elemen aktif menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Upaya pembersihan, menurutnya, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai ruang ekologis yang sehat.
Yang membuat kegiatan ini lebih dari sekadar aksi bersih-bersih adalah dialog yang terbangun dengan warga bantaran Sungai Deli di Kelurahan Aur. Rombongan mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat—mulai dari persoalan sampah, sedimentasi, hingga keterbatasan fasilitas lingkungan—menjadikan sungai bukan hanya objek kebijakan, tetapi ruang hidup yang perlu dipahami secara manusiawi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada petugas kebersihan serta penyerahan bantuan tong sampah dan bibit tanaman kepada warga. Langkah sederhana ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama—dimulai dari tindakan kecil, hadir secara nyata, dan mendengarkan suara mereka yang hidup paling dekat dengan sungai.
Penulis : LBS86/ REL/ RG
Editor : REDAKSI




















