Selisih Harga Buku KIA di Mandailing Natal Jadi Sorotan, Publik Menunggu Penjelasan Resmi Dinas Kesehatan

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Pengadaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Mandailing Natal menjadi perhatian publik setelah muncul perbedaan harga yang cukup mencolok antara pengadaan di tingkat daerah dan pengadaan secara nasional.

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal menganggarkan Rp462.086.000 untuk pengadaan 7.967 buku KIA. Jika dibagi rata, harga satuannya berada di kisaran Rp58.000 per buku.

Sebagai perbandingan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pengumuman Mini Kompetisi Pengadaan Penyediaan Buku KIA Tahun Anggaran 2025 menetapkan pagu sebesar Rp19.304.634.000 untuk 2.474.953 buku. Dengan demikian, harga satuan di tingkat nasional berada di kisaran Rp7.800 per buku.

Perbandingan tersebut menunjukkan adanya selisih harga yang signifikan. Secara sederhana, harga pengadaan di daerah tercatat sekitar tujuh kali lebih tinggi dibanding harga nasional.

Ketua Pergerakan Pemuda Mahasiswa Mandailing Natal (P2M2), Muhammad Sobwan, telah melayangkan surat konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Mandailing Natal guna meminta klarifikasi atas perbedaan tersebut. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, belum ada tanggapan tertulis dari pihak Dinas Kesehatan.

Surat tersebut meminta penjelasan mengenai:

Baca Juga :  Sunyi Dini Hari Natal Pecah, Polisi Amankan Tiga Pria Terkait Dugaan Narkotika

Dasar penetapan harga satuan

Perbandingan spesifikasi teknis dengan pengadaan pusat

Mekanisme sinkronisasi antara pengadaan daerah dan nasional

Mekanisme distribusi Buku KIA ke Puskesmas

“Kami tidak dalam posisi menuduh. Namun ketika terdapat perbedaan angka yang cukup besar, tentu wajar jika publik meminta penjelasan yang terbuka dan rasional,” ujar Sobwan.

Sementara itu, informasi mengenai selisih harga tersebut juga telah disampaikan kepada tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia yang saat ini tengah melakukan audit pendahuluan di Mandailing Natal.

Dalam praktik pengelolaan keuangan daerah, perbedaan harga tidak serta-merta berarti adanya pelanggaran. Namun deviasi yang signifikan tetap perlu diuji kewajarannya, terutama karena menyangkut belanja publik.

Baca Juga :  Pengukuhan Bunda Paud, Bunda Literasi dan Pokja Bunda Paud Se Kota Tanjungbalai 

Program Buku KIA sendiri merupakan instrumen penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, transparansi dalam proses pengadaannya menjadi hal yang krusial. Jika terdapat perbedaan spesifikasi atau komponen biaya yang membenarkan selisih harga tersebut, penjelasan terbuka akan menjadi jawaban yang paling tepat. Sebaliknya, jika ditemukan kekeliruan dalam perencanaan atau penghitungan harga, perbaikan sejak dini justru dapat menyelamatkan keuangan daerah.

Pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan polemik, melainkan keterbukaan. Dan publik kini menunggu penjelasan resmi.

Penulis : LBS86/ Sp

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tebar Berkah Ramadhan, LMP Madina Santuni 39 Anak Yatim dan Bagikan Takjil 
JPB Sumut Tebar 1.700 Takjil di Deli Serdang, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Ramadhan 1447 H
PISTAKA dan SUMMA Pimpin Aksi Damai di Medan, Soroti Isu Penggabungan TNI dalam Skema BOP
Ketua Forwaka Sumut Irfandi Tegaskan Komitmen Ukhuwah dan Kepedulian dalam Safari Ramadhan 1447 H
Kolaborasi IDMI Kota Medan dan Aliansi Kalbar Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang di Bulan Ramadhan 1447 H
Kapolres Madina Bagikan 200 Takjil, Tekankan Tertib Lalin dan Cegah Kriminalitas di Ramadan 1447 H
Zakiyuddin Harahap Hadiri Rakor Tingkat Menteri Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Pemerintah Finalisasi Dokumen Induk Nasional
BNNP Sumut Musnahkan 1,1 Kg Sabu dan 204 Kg Ganja, Generasi Anti Narkotika Nasional Medan: Sumut Darurat, Jangan Lagi Tutup Mata
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:24 WIB

Tebar Berkah Ramadhan, LMP Madina Santuni 39 Anak Yatim dan Bagikan Takjil 

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:31 WIB

JPB Sumut Tebar 1.700 Takjil di Deli Serdang, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Ramadhan 1447 H

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:08 WIB

PISTAKA dan SUMMA Pimpin Aksi Damai di Medan, Soroti Isu Penggabungan TNI dalam Skema BOP

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:44 WIB

Ketua Forwaka Sumut Irfandi Tegaskan Komitmen Ukhuwah dan Kepedulian dalam Safari Ramadhan 1447 H

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:03 WIB

Kapolres Madina Bagikan 200 Takjil, Tekankan Tertib Lalin dan Cegah Kriminalitas di Ramadan 1447 H

Berita Terbaru