Medan, LIBAS86.COM – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara mendesak Kodam I/Bukit Barisan untuk segera memanggil dan memeriksa Komandan Distrik Militer (Dandim) Kodim 0212/Tapanuli Selatan terkait dugaan pembiaran maupun perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal.
Desakan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PKC PMII Sumatera Utara, Alwi Rahman, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (2/3/2026). Ia menyebut aktivitas tambang ilegal di kawasan Batang Natal telah lama menjadi perhatian masyarakat karena dinilai berpotensi merusak lingkungan serta mengancam keselamatan warga sekitar.
Menurut Alwi, dugaan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pimpinan TNI guna memastikan tidak adanya pelanggaran serta menjaga integritas institusi negara. Ia juga mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial L dan J yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meminta Pangdam I/Bukit Barisan segera memanggil dan memeriksa Dandim 0212/Tapsel guna mengklarifikasi dugaan tersebut. Hal ini penting untuk menjaga marwah institusi TNI serta memastikan tidak ada oknum yang mencederai kepercayaan masyarakat,” tegas Alwi Rahman.
Ia menambahkan, PKC PMII Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Pihaknya juga menyatakan akan melaporkan oknum yang diduga terlibat apabila ditemukan bukti yang menguatkan adanya pembiaran maupun perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut.
PKC PMII Sumatera Utara turut mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menertibkan aktivitas tambang ilegal di wilayah Batang Natal. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting guna menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Penulis : LBS86/SP
Editor : REDAKSI




















