MEDAN, LIBAS86.COM – Pusat Studi Islam Kampus (PISTAKA) bersama Sumatera Utara Muslim Association (SUMMA) memimpin aksi damai di kawasan Bundaran SIB, simpang Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Minggu (1/3/2026). Dua organisasi tersebut tampil sebagai motor penggerak utama dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa terkait isu penggabungan prajurit Indonesia ke dalam skema internasional yang dikenal sebagai Board of Peace (BOP).
Dalam pernyataan sikapnya, PISTAKA dan SUMMA menegaskan bahwa kebijakan pertahanan negara harus tetap berpijak pada prinsip kedaulatan nasional dan independensi militer. Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka kepada publik apabila terdapat rencana kerja sama pertahanan berskala internasional yang berpotensi menempatkan prajurit Indonesia di bawah struktur komando asing.
Koordinator aksi dari PISTAKA, Fery Putra Munthe, menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial mahasiswa terhadap kebijakan strategis negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami dari PISTAKA dan SUMMA menegaskan bahwa setiap kebijakan menyangkut militer Indonesia harus mengutamakan kedaulatan dan kepentingan nasional. Jangan sampai ada langkah yang menimbulkan kesan bahwa komando prajurit kita berada di bawah kendali pihak asing,” ujar Fery dalam orasinya.
Ia menambahkan, aksi tersebut dilakukan secara konstitusional dan damai sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam kehidupan demokrasi.
“Aspirasi ini kami sampaikan secara terbuka dan tertib. Harapan kami, pemerintah memberikan klarifikasi resmi dan memastikan bahwa setiap kerja sama internasional tetap dalam koridor hukum, konstitusi, serta kepentingan bangsa,” tegasnya.
Aksi yang diinisiasi PISTAKA dan SUMMA berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Tidak terdapat insiden selama kegiatan berlangsung. Kedua organisasi mahasiswa tersebut menyatakan akan terus mengawal isu-isu kebijakan publik melalui jalur dialog, kajian akademik, dan penyampaian aspirasi secara damai sesuai ketentuan perundang-undangan.
Penulis : LBS86/ YON
Editor : REDAKSI




















