Longsor Tambang Tradisional di Kotanopan, Satu Tewas Dua Luka, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Kotanopan bergerak cepat turun ke lokasi kejadian perkara (TKP) untuk menangani longsor tebing di area penambangan emas tradisional yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan penambangan emas tradisional yang berada di sekitar aliran sungai dan persawahan, jauh dari permukiman warga. Lokasi tersebut diketahui kerap dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas penambangan secara manual.

Baca Juga :  Kejari Madina Tahan Ketua Kelompok Tani, Tersangka Korupsi Dana PSR 2021

Akibat longsoran tanah dan batuan, seorang warga bernama Hartono (40), petani asal Desa Hutadangka, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya, Masdi (50) dan Ahmad Sarif (28), juga petani dari desa yang sama, mengalami luka pada bagian kaki akibat tertimbun material longsor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, ketiga korban bukan operator maupun pekerja mesin dompeng. Mereka sedang melakukan aktivitas penambangan emas secara tradisional, sementara mesin dompeng yang berada di lokasi dalam kondisi tidak beroperasi saat kejadian.

Baca Juga :  Sunyi Dini Hari Natal Pecah, Polisi Amankan Tiga Pria Terkait Dugaan Narkotika

Menerima laporan warga, personel Polsek Kotanopan langsung mendatangi TKP, melakukan pengamanan, serta mengevakuasi para korban bersama masyarakat. Dua korban luka dilarikan ke Puskesmas Kotanopan untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan korban meninggal dunia diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kotanopan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari olah TKP, pendataan dan pemeriksaan saksi, koordinasi dengan tenaga medis untuk keperluan visum et repertum (VER), hingga pemasangan garis polisi bersama tim Inafis Polres Madina.

Baca Juga :  Eks Tambang Disulap Jadi Lahan Pangan dan Fasilitas Olahraga, Ini Target CV Sumber Batu

“Hingga saat ini, kami masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti longsor serta mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian yang berpotensi melanggar ketentuan hukum,” ujarnya.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemko Medan Kebut Syarat Rusun Seruwai, Siap Masuk Tahap Penetapan Lokasi
Kejari Madina Hadirkan Edukasi Hukum Lewat Program Jaksa Menyapa DI Radio Start 102.6 FM
Adhyaksa Peduli, Kejari Mandailing Natal Bagikan Ratusan Takjil kepada Masyarakat
Pengawasan Internal Diperketat, 23 Perwira Polres Mandailing Natal Negatif Narkoba
PKC PMII Sumut Desak Kodam I/Bukit Barisan Periksa Dandim 0212/Tapsel Terkait Dugaan Tambang Ilegal
Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Plt Kajari Mandailing Natal Silaturahmi ke Polres Mandailing Natal
Kapolres Madina Terima Kunjungan Plt Kajari, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum
4.000 Kursi Ludes Sehari, Program Mudik Gratis Pemko Medan 2026 Diserbu Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:48 WIB

Pemko Medan Kebut Syarat Rusun Seruwai, Siap Masuk Tahap Penetapan Lokasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:25 WIB

Kejari Madina Hadirkan Edukasi Hukum Lewat Program Jaksa Menyapa DI Radio Start 102.6 FM

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:07 WIB

Adhyaksa Peduli, Kejari Mandailing Natal Bagikan Ratusan Takjil kepada Masyarakat

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:38 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, 23 Perwira Polres Mandailing Natal Negatif Narkoba

Senin, 2 Maret 2026 - 22:24 WIB

PKC PMII Sumut Desak Kodam I/Bukit Barisan Periksa Dandim 0212/Tapsel Terkait Dugaan Tambang Ilegal

Berita Terbaru