MEDAN, LIBAS86.COM – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum refleksi spiritual yang sarat pesan tentang amanah, keadilan, dan tanggung jawab kepemimpinan. Bagi Direktur Pengembangan PUD Pembangunan Kota Medan periode 2026–2030, Wendy Meilanda Tanjung, S.H., peristiwa agung ini mengandung nilai fundamental yang harus tercermin dalam arah dan praktik pembangunan kota.
“Isra Mi’raj mengingatkan kita bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Jabatan bukan sekadar kewenangan, melainkan titipan yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujar Wendy.
Ia menegaskan, dalam perspektif hukum Islam, amanah dan keadilan merupakan prinsip utama dalam kepemimpinan dan pengelolaan kepentingan publik. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 58:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
Menurut Wendy, ayat tersebut menjadi landasan etik dan moral bagi setiap pengambil kebijakan, termasuk dalam sektor pembangunan. “Pembangunan tidak boleh menjauh dari nilai keadilan. Dalam Islam, keadilan bukan sekadar norma hukum, tetapi perintah langsung dari Allah,” tegasnya.
Ia juga memaknai perintah shalat yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai simbol keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah dan tanggung jawab sosial kepada sesama. “Shalat mengajarkan disiplin, kejujuran, dan kepedulian. Nilai-nilai ini harus hidup dalam kebijakan pembangunan agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai insan hukum yang kini mengemban amanah strategis dalam pengembangan BUMD, Wendy menilai bahwa pembangunan ideal harus selaras dengan maqashid syariah, yakni menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan kehormatan manusia. “Pembangunan yang melahirkan ketimpangan dan mengabaikan keadilan sosial sejatinya bertentangan dengan tujuan utama hukum Islam,” katanya.
Menutup refleksinya, Wendy berharap momentum Isra Mi’raj dapat memperkuat integritas dan kesadaran moral para pengelola pembangunan di Kota Medan. “Di atas hukum negara, ada hukum Allah yang kelak akan meminta pertanggungjawaban atas setiap keputusan yang kita ambil. Inilah pengingat agar pembangunan dijalankan dengan hati nurani dan nilai keislaman,” pungkasnya.
Penulis : LBS86/ RG
Editor : REDAKSI




















