MEDAN, LIBAS86.COM – Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan daerah. Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani, Sabtu (31/1/2026), di halaman Kantor UPT BPPKP Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Medan, Jalan Kramat Indah.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 2 unit traktor roda empat, 1 unit combine harvester, bantuan benih padi inbrida, serta paket sembako bagi petani terdampak banjir. Program ini diproyeksikan sebagai langkah konkret untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan produktivitas pertanian pascabencana.
Dalam sambutannya, Zakiyuddin menyampaikan bahwa kehadiran teknologi pertanian modern di tingkat kelompok tani merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat daya tahan sektor pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita patut bersyukur atas perhatian pemerintah pusat. Bantuan alsintan ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk mempermudah kerja petani dan meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan instrumen kerja yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan oleh kelompok tani penerima.
“Ini adalah alat perjuangan petani. Pemanfaatannya harus tepat agar berdampak langsung pada peningkatan produksi dan kesejahteraan,” tambahnya.
Perwakilan kelompok tani, Mangatan Harahap, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menyebut, alsintan yang diterima memiliki nilai strategis karena sulit dijangkau secara mandiri oleh petani kecil.
“Bantuan ini sangat berarti. Jika harus membeli sendiri, tentu tidak terjangkau. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bersinergi dengan program pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DKP3 Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, menjelaskan bahwa penyaluran alsintan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pertanian setelah banjir yang melanda Medan pada akhir November 2025.
Ia memaparkan, banjir tersebut mengakibatkan 301 hektare lahan padi sawah terdampak, sehingga pemerintah menyalurkan 7.525 kilogram benih padi inbrida kepada 25 kelompok tani yang terkena dampak langsung.
“Alsintan ini berfungsi mempercepat pengolahan lahan dan proses panen, sekaligus meminimalkan kehilangan hasil. Selain itu, hingga hari ini sudah 650 petani menerima bantuan paket sembako dari Pemko Medan,” jelas Ahmad.
Penyaluran bantuan ini menegaskan komitmen Pemko Medan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, khususnya dalam kondisi pascabencana, sekaligus memastikan program pemerintah pusat tersalur tepat sasaran dan berdampak langsung bagi petani.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI




















