Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Dalam rangka mengisi kegiatan ngabuburit di bulan suci Ramadan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Mandailing Natal (PC PMII Madina) membagikan 200 paket takjil kepada para pengguna jalan di wilayah Mandailing Natal. Kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum pertengahan Ramadan sekaligus menyambut peringatan Nuzulul Qur’an.
Kegiatan dipusatkan di sejumlah titik strategis di Kota Panyabungan dengan menyasar pengendara roda dua, roda empat, serta masyarakat yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian kader PMII terhadap masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah dan ampunan. Ketua PC PMII Madina menyampaikan bahwa momentum pertengahan Ramadan menjadi refleksi bersama untuk memperkuat semangat berbagi sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memasuki pertengahan Ramadan, semangat ibadah jangan sampai menurun. Justru ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin memperbanyak amal, salah satunya dengan berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Kegiatan pembagian takjil tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka. Selain membantu meringankan kebutuhan berbuka puasa, aksi ini juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat.
Kehadiran kader PMII di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial seperti ini turut membangun citra positif organisasi mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya bergerak dalam wacana, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
Setelah melaksanakan aksi sosial berbagi takjil, kader PMII Madina melanjutkan rangkaian kegiatan dengan agenda buka puasa bersama sebagai bagian dari penguatan ukhuwah dan konsolidasi internal organisasi.
Kegiatan berbagi yang dilaksanakan menjelang waktu magrib berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh kader yang terlibat menunjukkan kekompakan, mulai dari persiapan, distribusi takjil, hingga pengaturan teknis di lapangan. Hal ini menjadi bukti bahwa kultur gotong royong dan militansi kader tetap terjaga.
Usai kegiatan eksternal, para kader berkumpul di lokasi yang telah disepakati untuk melaksanakan buka puasa bersama secara sederhana namun sarat makna. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan setengah Ramadan sekaligus evaluasi gerak organisasi ke depan.
Buka puasa bersama tersebut turut dihadiri oleh Ketua GP Ansor Mandailing Natal, Muhammad Syahnan Nasution, serta Ketua Banser Mandailing Natal, Khairul Andi Nasution. Selain itu, hadir pula Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Mandailing Natal, Muhammad Ridwan Lubis, yang memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan kader PMII.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol sinergi antara organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama dalam memperkuat ukhuwah, solidaritas, serta komitmen bersama dalam pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, para tokoh yang hadir juga mengapresiasi langkah kader PMII yang konsisten menghadirkan kegiatan sosial di tengah masyarakat selama bulan Ramadan.
Ketua PC PMII Madina dalam arahannya menyampaikan bahwa pertengahan Ramadan merupakan titik penting untuk menjaga konsistensi ibadah dan militansi kader. Ia menegaskan bahwa semangat berbagi harus selaras dengan penguatan ideologis dan organisatoris di internal.
“Ramadan adalah madrasah kaderisasi spiritual. Setelah kita hadir dan berbagi untuk masyarakat, kita juga harus memastikan internal kita tetap solid, satu komando, dan istiqamah dalam perjuangan,” tegasnya.
Penulis : LBS86/SP
Editor : REDAKSI




















