MEDAN, LIBAS86.COM – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Pemerintah Kota Medan menggelar Pasar Murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, dan Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, selama lima hari mulai 9 hingga 13 Februari 2026.
Pasar Murah itu secara resmi dibuka Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Lapangan Barasokai, Jalan Rahmadsyah, Senin (9/2/2026). Dalam sambutannya, Rico menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan sosial pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam menyambut hari besar keagamaan.
Menurut Rico, Kota Medan merupakan miniatur Indonesia yang sesungguhnya, dengan keberagaman etnis dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Ia menyebut populasi masyarakat Tionghoa yang mencapai sekitar 10–11 persen menjadi bagian penting dari wajah kemajemukan Kota Medan. “Jika ingin melihat simbol keberagaman Indonesia, lihatlah Kota Medan. Toleransi, saling menjaga, dan saling melindungi adalah nilai yang terus kita rawat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rico juga menegaskan bahwa jargon “Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin rasa aman dan perlindungan bagi seluruh umat beragama. Ia menekankan bahwa kehadiran negara harus dirasakan secara adil dan merata, terutama dalam momentum hari besar keagamaan.
Menariknya, Rico turut menyoroti perubahan pola sosial di era digital yang kerap membuat jarak antarmanusia meski berada di ruang yang sama. Ia mengajak masyarakat menjadikan perayaan Imlek sebagai momen memperkuat kebersamaan secara langsung, serta meminta para camat untuk mendata warga lanjut usia yang merayakan Imlek sendirian agar mendapat perhatian dari lingkungan sekitar.
Sementara itu, Plt Kadis Koperasi UKM dan Perindag Kota Medan, Citra Effendi Capah, menjelaskan Pasar Murah Imlek digelar sebagai upaya pengendalian inflasi sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Sejumlah komoditas seperti beras, gula, telur, minyak goreng, tepung terigu, hingga sirup dijual dengan harga subsidi, sehingga diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dan menjaga daya beli menjelang perayaan Imlek 2026.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI




















