Dorong Pemko Medan Maksimalkan Anggaran Penanganan Banjir, Antonius Tumanggor Usulkan Dua Perahu Karet per Kelurahan.

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Medan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar di sejumlah kawasan.

Menyikapi kondisi ini, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperbesar anggaran penanganan banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Antonius mengatakan, banjir yang melanda wilayah Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Baru, dan sebagian Medan Petisah dalam dapilnya menjadi bukti bahwa pemerintah harus bergerak lebih serius. Dua kecamatan yang dinilai paling rawan adalah Medan Barat dan Medan Helvetia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat sedih melihat kejadian ini. Banjir kali ini merenggut korban jiwa, banyak warga mengungsi, dan rumah mereka terendam tanpa sempat menyelamatkan perabotan maupun kendaraan,” ujarnya dengan nada prihatin, pada Minggu.(30/11/25)

Baca Juga :  Tingkatkan ... PAD Harus Dikejar Sampai Akhir Tahun, Rico Waas:"Evaluasi Pencapaian Penerimaan dan Tegaskan Progres".

Ia juga memaparkan, derasnya arus dan lambatnya bantuan evakuasi membuat banyak warga nekat menerobos banjir demi menyelamatkan diri.

“Ada warga yang terhanyut, bahkan dikabarkan masuk ke gorong-gorong. Keterlambatan bantuan ini sangat berbahaya,” tegasnya lagi kepada awak media yang bertugas saat di Building Sopo ATRestorasi Bersatu di Kota Medan.

Usul Tambahan Tenaga, Anggaran, dan Perlengkapan Evakuasi

Antonius mendorong Pemko Medan untuk menambah tenaga honorer pada Dinas Pemadam Kebakaran serta BPBD Kota Medan agar respons terhadap bencana lebih cepat.

Menurutnya, saat peristiwa banjir terjadi, banyak warga menghubunginya meminta bantuan perahu karet, makanan, hingga obat-obatan, namun upaya bantuan terhambat karena akses jalan sudah dikepung banjir.

Baca Juga :  Turun Langsung ke Pasar, Direksi PUD Pasar Medan Serap Aspirasi Pedagang Demi Kenyamanan Pengunjung.

“Bayangkan, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Beberapa kawasan di Medan Barat seperti Kelurahan Karya Sei Agul, Karang Berombak, Brayan, Silalas, bahkan sebagian Kesawan adalah titik yang paling parah,” jelasnya.

Antonius juga mengingatkan bahwa Kecamatan Medan Barat merupakan titik nol Kota Medan, sehingga secara geografis harus mendapatkan perhatian lebih dalam mitigasi banjir.

Selain itu, kawasan rawan di Medan Helvetia seperti Helvetia Timur, Cinta Damai, Tanjung Gusta, Helvetia Tengah, Helvetia, dan Dwikora juga perlu penanganan serius.

Sebagai langkah konkret, Antonius mengusulkan agar Pemko Medan dapat  mendata daerah rawan banjir dan menyediakan dua perahu karet di setiap kelurahan agar ketika banjir proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan mengurangi jatuhnya korban.

Baca Juga :  Pra Musrenbang Rancangan Awal RKPD tahun 2027, Rico Waas: Pemko Medan Komitmen Berikan Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak untuk Kemajuan Kota

“Banjir kemarin adalah peringatan keras. Ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah harus siap dengan segala perlengkapannya ketika banjir terjadi,” tegasnya.

Ia meminta Pemko Medan mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan banjir mulai dari kesiapsiagaan personel, peralatan evakuasi, hingga kebutuhan logistik untuk warga terdampak.

“Ini tentang keselamatan warga. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa lagi baru kita bergerak,” ujar Antonius selaku Ketua Umum DPW Sopo ATRestorasi Bersatu Provinsi Sumatera Utara.

Penulis : LBS86/ REL TIM

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Wali Kota Bersama Forkopimda Tanjungbalai Kompak Beri Kejutan di Hari Ulang Tahun Ke-43 Dan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko
Gibson Panjaitan: Dari Pembenahan Data hingga Tekad Menyudahi Banjir Medan.
Pasca Pembakaran Mapolsek, Kapolres Madina Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih Saat Kunjungan Tim Astamarena Mabes Polri
Rico Waas: Dinas SDABMBK Harus Punya Data Mutakhir Kondisi Drainase dan Sungai-sungai Besar di Medan.
Belajar dari Banjir Besar 2025, Rico Waas Perintahkan Penguatan Total Kesiapsiagaan Bencana.
Warenhuis Menunggu Arah, Publik Menunggu Jawaban: Kadis Pariwisata Medan Masih “Rapat”.
Dari Tanah Kelahiran Bengkulu hingga Mengabdi di Madina, Jejak Karier AKBP Bagus Priandy
PKC PMII Sumut Kecam Tambang Ilegal di Madina, Kapolres Baru Diminta Bertindak Tegas Tanpa Tebang Pilih
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:03 WIB

Wali Kota Bersama Forkopimda Tanjungbalai Kompak Beri Kejutan di Hari Ulang Tahun Ke-43 Dan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:08 WIB

Gibson Panjaitan: Dari Pembenahan Data hingga Tekad Menyudahi Banjir Medan.

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:01 WIB

Pasca Pembakaran Mapolsek, Kapolres Madina Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih Saat Kunjungan Tim Astamarena Mabes Polri

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:22 WIB

Rico Waas: Dinas SDABMBK Harus Punya Data Mutakhir Kondisi Drainase dan Sungai-sungai Besar di Medan.

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Belajar dari Banjir Besar 2025, Rico Waas Perintahkan Penguatan Total Kesiapsiagaan Bencana.

Berita Terbaru