TANJUNGBALAI, LIBAS86.COM – Langit sore di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah tampak teduh, seolah ikut merasakan suasana batin ribuan warga yang berkumpul. Tak ada pesta, tak ada kembang api. Di usia ke-405 Kota Tanjungbalai, doa dan zikir dipilih sebagai bahasa empati atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Sumatera Utara.
Sabtu (27/12/2025) sore, sejak pukul 14.30 WIB, ribuan masyarakat larut dalam Tabligh Akbar, Zikir, dan Doa Bersama yang digelar Pemerintah Kota Tanjungbalai. Tangis haru sesekali pecah, menyatu dengan lantunan zikir yang menggema, mengirimkan doa bagi saudara-saudara di Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, hingga Langkat yang terdampak bencana.
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batu-bara hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran para pemimpin daerah di tengah warga menegaskan bahwa peringatan hari jadi kota bukan sekadar seremoni, tetapi ruang kebersamaan dan empati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di usia 405 tahun ini, Kota Tanjungbalai memilih menundukkan kepala, menguatkan hati, dan mengirimkan doa. Kita ingin menunjukkan bahwa duka saudara-saudara kita adalah duka kita bersama,” ujar Wali Kota Mahyaruddin Salim dalam suasana khidmat.
Rangkaian kegiatan diawali pembacaan wahyu Ilahi oleh Ustadz Nurdin, dilanjutkan zikir bersama yang dipandu Ustadz Aswin Anwar, serta doa bersama yang dipimpin Ustadz Ardiansyah. Suasana semakin menyentuh saat ribuan tangan terangkat, memanjatkan harapan agar bencana segera berlalu dan masyarakat Sumatera diberi kekuatan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Hasan Qosasih mengajak masyarakat menjadikan musibah sebagai pengingat untuk memperkuat iman dan solidaritas. “Bencana bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tapi juga panggilan bagi kita semua untuk peduli dan saling menguatkan,” tuturnya.
Momentum religius ini juga diisi dengan aksi nyata kepedulian. Pemerintah Kota Tanjungbalai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 3.255 penerima manfaat. Sebanyak 1.755 orang menerima insentif bagi bilal mayat, penggali kubur, serta guru MDA/RA, sementara 1.500 lainnya menerima zakat dari Baznas Kota Tanjungbalai yang diperuntukkan bagi fakir miskin, mualaf, anak yatim, dan kaum duafa.
Di tengah suasana haru, hiburan religi dari H. Mastur dan Paus Mini menghadirkan senyum dan tawa yang menyejukkan, seolah menjadi penyeimbang antara duka dan harapan.
Peringatan Hari Jadi Kota Tanjungbalai ke-405 tahun ini pun meninggalkan pesan mendalam: bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya diukur dari usia dan pembangunan fisik, tetapi dari ketulusan warganya untuk saling mendoakan, berbagi, dan berdiri bersama di saat duka melanda.
Penulis : LBS86/ IS
Editor : REDAKSI





















