Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Resor (Polres) Mandailing Natal (Madina) diwarnai insiden pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis (MBG) yang diduga dilakukan oleh sekelompok warga. Peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan momentum pergantian Kapolres Madina dan memicu sorotan terhadap kinerja aparat kepolisian serta kehadiran negara dalam menjamin rasa keadilan dan keamanan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pembakaran Polsek Muara Batang Gadis dipicu oleh akumulasi kekecewaan warga terhadap penanganan sejumlah persoalan hukum di wilayah tersebut. Masyarakat menilai aparat penegak hukum lamban dan kurang tegas dalam merespons berbagai keresahan, khususnya terkait dugaan maraknya peredaran narkoba.
Aktivis Mandailing Natal, Pajarur Rohman, menilai insiden tersebut menjadi cerminan kegagalan penegakan hukum di wilayah hukum Polres Madina. Menurutnya, kemarahan warga tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akibat menumpuknya ketidakpercayaan publik dalam jangka waktu yang lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peristiwa ini tidak berdiri sendiri. Ini merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. Ketika hukum tidak hadir secara adil dan tegas, masyarakat akhirnya meluapkan kekecewaan dengan cara yang keliru,” ujar Pajarur Rohman
Ia menegaskan, pergantian Kapolres Madina seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepolisian, terutama dalam penanganan kasus-kasus yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pajarur juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap peredaran narkoba yang dinilai semakin mengancam generasi muda di Mandailing Natal.
“Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan semakin tergerus,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pajarur Rohman mendesak agar aparat kepolisian tidak hanya fokus pada penindakan pascakejadian, tetapi juga melakukan pembenahan internal, evaluasi kinerja, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dan transparan guna mencegah peristiwa serupa terulang di masa mendatang.
Penulis : LBS86/ SP
Editor : REDAKSI





















