MADINA, LIBAS86.COM – Polemik terkait proyek irigasi persawahan di Desa Sabajior, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, semakin memanas. Dugaan tumpang tindih anggaran serta kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari standar menjadi sorotan publik dan media.
Menanggapi polemik tersebut, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II akhirnya memberikan penjelasan. Nasution, staf BBWS Sumatera II Medan yang disebut terlibat dalam pengawasan proyek, menyatakan bahwa kondisi saluran irigasi yang dipenuhi lumpur dan material merupakan dampak banjir beberapa waktu lalu.
“Lumpur dan material yang terlihat itu akibat banjir, bukan karena kesalahan pekerjaan. Dalam waktu dekat pengawas akan turun mengecek langsung ke lapangan,” ujar Nasution.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, hasil penelusuran dan dokumentasi jurnalis hingga hari ini menunjukkan fakta berbeda. Di lokasi proyek tidak ditemukan jejak banjir ataupun tanda area terdampak yang dapat menjadi alasan munculnya tumpukan lumpur pada konstruksi saluran irigasi tersebut.
Menanggapi temuan lapangan dan sorotan media, Bidang Operasi dan Perawatan (OPD) PPK BWS, Dedek Ardiansyah, mengeluarkan pernyataan tegas.
“Terima kasih atas pemberitahuan dari awak media. Kita tidak akan menerima pekerjaan seperti itu. Minggu depan kita akan turun langsung ke lokasi, dan jika benar ditemukan kesalahan, akan kita instruksikan untuk dibongkar,” tegasnya. Senin (8/12/2025) saat di jumpai awak media dikantor nya.
Dedek Ardiansyah juga menambahkan bahwa ia telah menghubungi konsultan proyek bernama Dede Irawan dan menginstruksikan penghentian sementara seluruh kegiatan pekerjaan di lapangan.
Penulis : LBS86/ MBS
Editor : REDAKSI





















