Rico Waas Dukung Anak Muda Angkat Budaya Lokal Lewat Jong Batak’s Arts Festival

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS 86.COM – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Jong Batak’s Arts Festival (JBAF) yang akan berlangsung pada 18–28 Oktober 2025 di Taman Budaya Medan.

Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Rumah Karya Indonesia (RKI) selaku penyelenggara festival tersebut, Kamis (16/10) sore, di Ruang Khusus Wali Kota.

Dalam pertemuan yang dihadiri antara lain Ketua Rumah Karya Indonesia Marojahan Andrian Manalu dan Direktur Festival Andrin Manurung itu, Wali Kota mengapresiasi semangat anak muda yang terus memperjuangkan dan menghidupkan kebudayaan lokal di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terima kasih kepada anak-anak muda yang terus memperjuangkan kebudayaan, yang sebenarnya adalah naluri daerah kita sendiri,” ucapnya.

Rico Waas mengatakan, saat ini anak-anak muda bergelut dengan berbagai tantangan, terutama di tengah kemajuan teknologi. Anak muda kini cenderung lebih menyukai budaya luar. Padahal, kekayaan budaya kita luar biasa dan tidak akan habis untuk digali.

Baca Juga :  Sambut Hasil Raker DPRD Kota Medan 2025, Rico Waas Tegaskan Momentum Transformasi Menuju Medan Satu Data untuk Pembangunan Optimal

“Idealnya, kebudayaan kita juga harus bisa berkembang ke luar,” ujarnya.

Rico menekankan pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri terhadap identitas budaya sendiri. Ia mencontohkan bagaimana daerah lain mampu mendunia melalui eksplorasi budaya lokalnya.

“Kita harus mampu mengangkat dan mengglorifikasi kebudayaan kita sendiri. Tinggal bagaimana kita menyamakan frekuensinya dengan anak muda masa kini, misalnya lewat eksplorasi musik Batak dan memberi warna kontemporer,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan JBAF dapat menjadi ruang inklusif bagi seniman muda Medan untuk berkarya dan menghadirkan ide-ide segar yang dapat diterima masyarakat luas.

“Ini soal ide dan kesempatan. Kita punya ruang yang sama untuk berkarya. Semoga kita bisa menemukan formula terbaik untuk menarik minat anak muda menghadiri kegiatan ini,” ujarnya.

Rico Waas yakin seniman Medan memiliki daya kreasi seperti tokoh-tokoh seni dunia. “Seni kita juga harus bisa masuk ke ruang-ruang inklusif dan diterima luas.”

Baca Juga :  Safari Jumat di Medan Marelan, Rico Waas Dengar dan Beri Solusi Permasalahan Warga

Sebelumnya, Marojahan yang akrab disapa Ojax memaparkan bahwa Jong Batak’s Arts Festival merupakan festival budaya tahunan yang digagas Rumah Karya Indonesia sejak 2014. Tahun ini, JBAF memasuki usia ke-12 dan mengangkat tema “Kebudayaan sebagai Gerakan Kolektif Ketahanan Pangan.” Festival ini akan menampilkan beragam kegiatan seni, pameran, diskusi, hingga pertunjukan yang melibatkan seniman lokal dan nasional.

“Kami berharap Bapak Wali Kota bisa hadir dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung pada 18 Oktober ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, JBAF merupakan respons terhadap melemahnya semangat kebudayaan lokal di kalangan generasi muda Sumatera Utara.

“Terinspirasi semangat Jong Batak tahun 1926 yang ikut merumuskan Sumpah Pemuda, festival ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali identitas, nasionalisme, dan kebanggaan budaya melalui pertunjukan seni dan aktivitas budaya,” jelasnya.

Baca Juga :  Imlek 2577 Tahun Kuda Api, Wali Kota Tanjungbalai Gaungkan Semangat “Ma Dao Cheng Gong” di Vihara Tri Ratna

“Tahun ini, fokusnya diarahkan pada isu ketahanan pangan sebagai bentuk kontribusi budaya terhadap tantangan dunia,” ujarnya seraya menambahkan Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP.

Ia merincikan, kegiatan ini akan menampilkan ritus dan aktivitas budaya terkait pangan serta pertemuan dengan para maestro budaya; panggung eksplorasi seni untuk merespons isu pangan melalui proses penciptaan karya; pameran dan pemutaran film oleh perupa dan sineas; ruang ekspresi masyarakat terhadap isu pangan; diskusi santai seputar isu dan pengetahuan budaya; serta kampanye kreatif bergaya khas Medan.

Selain itu, perhelatan ini juga akan menggelar pasar produk pangan dan kreasi lokal dengan nuansa tempo dulu dan kini; panggung kolaborasi seni tradisi dan modern untuk menarik minat generasi muda; serta kolaborasi internasional, khususnya Asia Tenggara, untuk berbagi pengetahuan dan apresiasi budaya.

Penulis : RYANT GOBEL

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PKC PMII Sumut Desak Kodam I/Bukit Barisan Periksa Dandim 0212/Tapsel Terkait Dugaan Tambang Ilegal
Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Plt Kajari Mandailing Natal Silaturahmi ke Polres Mandailing Natal
Kapolres Madina Terima Kunjungan Plt Kajari, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum
4.000 Kursi Ludes Sehari, Program Mudik Gratis Pemko Medan 2026 Diserbu Warga
Tebar Berkah Ramadhan, LMP Madina Santuni 39 Anak Yatim dan Bagikan Takjil 
JPB Sumut Tebar 1.700 Takjil di Deli Serdang, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Ramadhan 1447 H
PISTAKA dan SUMMA Pimpin Aksi Damai di Medan, Soroti Isu Penggabungan TNI dalam Skema BOP
Ketua Forwaka Sumut Irfandi Tegaskan Komitmen Ukhuwah dan Kepedulian dalam Safari Ramadhan 1447 H
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 22:24 WIB

PKC PMII Sumut Desak Kodam I/Bukit Barisan Periksa Dandim 0212/Tapsel Terkait Dugaan Tambang Ilegal

Senin, 2 Maret 2026 - 21:04 WIB

Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Plt Kajari Mandailing Natal Silaturahmi ke Polres Mandailing Natal

Senin, 2 Maret 2026 - 19:34 WIB

Kapolres Madina Terima Kunjungan Plt Kajari, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

Senin, 2 Maret 2026 - 18:21 WIB

4.000 Kursi Ludes Sehari, Program Mudik Gratis Pemko Medan 2026 Diserbu Warga

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:24 WIB

Tebar Berkah Ramadhan, LMP Madina Santuni 39 Anak Yatim dan Bagikan Takjil 

Berita Terbaru