Puluhan Mahasiswa HMI Gruduk Kantor Bupati Madina: “Persoalan Daerah Menumpuk, Rakyat Menanti Kepastian Perubahan”.

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86 – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal menggeruduk kantor Bupati Mandailing Natal dalam aksi demonstrasi bertajuk “Persoalan Daerah Menumpuk, Evaluasi Bupati Madina.”(12/11/2025)

Aksi yang dimulai sejak siang itu berlangsung di depan Kantor Bupati dan berlanjut ke Aula Kantor Bupati, di mana para mahasiswa berdialog langsung dengan Bupati H. Saifullah Nasution. Massa aksi dengan atribut hijau hitam membawa berbagai spanduk dan poster berisi kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah.

Mereka menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dinilai belum mendapat perhatian serius, mulai dari stagnasi pembangunan, ketimpangan birokrasi, hingga lemahnya tata kelola pemerintahan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum HMI Cabang Mandailing Natal, Sonjaya Rangkuti, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk perlawanan, melainkan panggilan moral untuk menagih komitmen kepemimpinan daerah.

Baca Juga :  Wali Kota Medan dan Kapolres Pelabuhan Belawan Bersinegi Wujudkan Kondusivitas Belawan Demi Kemajuan Kota

“Kami datang bukan untuk menciptakan kegaduhan, tapi menagih janji perubahan yang dulu dikampanyekan. Rakyat Madina butuh bukti, bukan lagi narasi politik,” tegas Sonjaya di hadapan aparat dan pejabat daerah.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI, Abdul Haris Nasution, menilai kondisi sosial dan ekonomi Madina semakin memburuk karena lemahnya arah pembangunan. Ia menyebut pemerintah daerah gagal memberi kepastian terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat, pemerataan infrastruktur, dan pengelolaan potensi daerah.

“Madina tidak kekurangan potensi, tapi kekurangan kemauan politik untuk menata ulang arah pembangunan. Kami ingin bupati turun langsung, bukan sekadar memerintah dari balik meja,” ujarnya lantang.

Dalam orasinya, massa HMI juga menagih realisasi 100 hari kerja Bupati Saifullah Nasution dengan agenda-agenda strategis yang dianggap mendesak dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Tak Ada Ampun! Polres Madina Bongkar Jaringan Sabu Lingga Bayu, 84,89 Gram Narkotika Disita

Berikut 11 tuntutan utama yang disampaikan HMI Madina:

1. Pembentukan BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

2. Percepatan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai kecamatan.

3. Penataan kawasan kumuh perkotaan demi kehidupan masyarakat yang layak.

4. Pemfungsian kembali Taman Raja Batu (TRB) sebagai ruang publik dan simbol identitas daerah.

5. Optimalisasi kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk mendorong investasi produktif.

6. Evaluasi menyeluruh terhadap birokrasi pemerintahan dan efisiensi ASN.

7. Penyelesaian perizinan perusahaan (PT) yang mangkrak dan merugikan masyarakat.

8. Sikap humanis terhadap pedagang pasar lama yang dipindahkan ke kawasan eks Bioskop Tapanuli.

9. Pembahasan segera Propem Perda tentang Pencegahan Pelecehan Seksual.

10. Peningkatan kualitas pendidikan melalui pengawasan mutu dan pemerataan akses.

11. Peningkatan kinerja OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama di sektor perdagangan, perkebunan, dan ekonomi sosial.

Baca Juga :  Perayaan Natal PPD HKBP Distrik X Medan Aceh Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita, Ribuan orang Turut Hadir.

Menanggapi aksi itu, Bupati H. Saifullah Nasution menyampaikan apresiasi atas langkah kritis HMI dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan secara bertahap.

Aksi demonstrasi berakhir dengan damai setelah kedua pihak sepakat bahwa berbagai persoalan daerah harus dijawab dengan tindakan nyata demi kesejahteraan rakyat.

Kehadiran HMI di ruang publik menjadi pengingat bahwa kritik dan kontrol sosial merupakan bagian penting dari demokrasi daerah. Dalam situasi politik lokal yang kerap stagnan oleh kepentingan birokrasi, suara mahasiswa kembali menggema sebagai tanda bahwa kesadaran kritis tidak boleh padam di tengah rutinitas kekuasaan.

“Kami akan terus mengawal. Sebab tanggung jawab sosial mahasiswa bukan hanya berbicara di mimbar, tapi memastikan kebijakan berpihak pada rakyat,” tutup Sonjaya dengan tegas.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PKC PMII Sumut Desak Kodam I/Bukit Barisan Periksa Dandim 0212/Tapsel Terkait Dugaan Tambang Ilegal
Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Plt Kajari Mandailing Natal Silaturahmi ke Polres Mandailing Natal
Kapolres Madina Terima Kunjungan Plt Kajari, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum
4.000 Kursi Ludes Sehari, Program Mudik Gratis Pemko Medan 2026 Diserbu Warga
Tebar Berkah Ramadhan, LMP Madina Santuni 39 Anak Yatim dan Bagikan Takjil 
JPB Sumut Tebar 1.700 Takjil di Deli Serdang, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Ramadhan 1447 H
PISTAKA dan SUMMA Pimpin Aksi Damai di Medan, Soroti Isu Penggabungan TNI dalam Skema BOP
Ketua Forwaka Sumut Irfandi Tegaskan Komitmen Ukhuwah dan Kepedulian dalam Safari Ramadhan 1447 H
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 22:24 WIB

PKC PMII Sumut Desak Kodam I/Bukit Barisan Periksa Dandim 0212/Tapsel Terkait Dugaan Tambang Ilegal

Senin, 2 Maret 2026 - 21:04 WIB

Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Plt Kajari Mandailing Natal Silaturahmi ke Polres Mandailing Natal

Senin, 2 Maret 2026 - 19:34 WIB

Kapolres Madina Terima Kunjungan Plt Kajari, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

Senin, 2 Maret 2026 - 18:21 WIB

4.000 Kursi Ludes Sehari, Program Mudik Gratis Pemko Medan 2026 Diserbu Warga

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:24 WIB

Tebar Berkah Ramadhan, LMP Madina Santuni 39 Anak Yatim dan Bagikan Takjil 

Berita Terbaru