MEDAN, LIBAS86.COM – Sungai Deli kembali mengingatkan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan dengan baliho, slogan, atau rapat seremonial. Di aliran sungai yang selama ini memikul beban banjir dan pencemaran, Sugiat Santoso, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, memimpin apel gotong royong bersih sungai, menegaskan satu pesan tegas: politik harus turun ke lapangan dan bekerja bersama rakyat.
Kegiatan gotong royong ini digelar dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra sekaligus dukungan nyata terhadap Program Indonesia ASRI. Dari kawasan Polonia hingga Kampung Aur—wilayah yang kerap menjadi titik rawan banjir—kader partai, relawan, aparatur pemerintah, dan masyarakat menyusuri Sungai Deli. Di jalur ini, kerja fisik menjadi bahasa bersama, menandai bahwa kepedulian lingkungan menuntut kehadiran nyata, bukan sekadar wacana kebijakan.
Ketua Panitia HUT ke-18 Partai Gerindra, Robert Lumban Tobing, menyebut Sungai Deli dipilih karena perannya yang strategis bagi Kota Medan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah daerah menjaga kebersihan sungai sekaligus membangun kesadaran publik agar sungai tidak terus menjadi korban pembiaran dan aktivitas tak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apel pagi yang dipusatkan di Lapangan Avros sejak pukul 09.00 WIB turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiuddin Harahap, Ketua DPC Gerindra Kota Medan Ihwan Ritonga, jajaran pengurus DPD dan DPC Gerindra, serta unsur Forkopimda. Kehadiran Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, yang turut menyusuri Sungai Deli dengan perahu karet bersama Ketua DPD Gerindra Sumut Ade Jona Prasetyo, memperkuat pesan sinergi lintas institusi dalam menangani persoalan lingkungan perkotaan.
Dalam amanat apel, Sugiat Santoso menegaskan bahwa kegiatan ASRI Gotong Royong adalah bentuk komitmen politik yang berpijak pada kerja nyata. Ia menyampaikan bahwa partai politik tidak boleh berjarak dengan persoalan rakyat, terutama isu lingkungan yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat adalah kunci agar kebijakan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi hadir sebagai solusi.
Di lokasi yang sama, Edi, salah satu pengurus DPD Gerindra Sumut, mengaku optimistis melihat keterlibatan aktif berbagai unsur. Baginya, gotong royong di Sungai Deli menjadi simbol bahwa ketika negara, partai politik, dan masyarakat mau bergerak bersama, persoalan lingkungan tidak lagi sekadar diwariskan, tetapi mulai ditangani secara nyata—dari sungai, untuk kota, dan bagi masa depan bersama.
Penulis : LBS86/ REL/ RG
Editor : REDAKSI




















